Jokowi Apresiasi Polisi Ungkap Teroris Tangerang Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan pengantar dalam rapat koordinasi dengan para Panglima Komando daerah Militer dan Kepala Kepolisian daerah di Istana Negara, Jakarta, 24 Oktober 2016. Jokowi membahas dua hal yaitu mengenai Pungutan liar dan Pilkada. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo memberikan pengantar dalam rapat koordinasi dengan para Panglima Komando daerah Militer dan Kepala Kepolisian daerah di Istana Negara, Jakarta, 24 Oktober 2016. Jokowi membahas dua hal yaitu mengenai Pungutan liar dan Pilkada. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo mengapresiasi aksi cepat yang dilakukan kepolisian ihwal temuan bom di Tangerang Selatan. Di tengah kunjungan kerja di Entikong, Kalimantan Barat, Presiden bersyukur aparat bisa mengamankan bom aktif sebelum diledakkan.

    "Saya apresiasi kepada jajaran Polri sehingga hal yang tidak diinginkan bisa dicegah sebelum kejadian," kata Jokowi dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu, 21 Desember 2016. Di negara lain, ucap dia, penanganan terorisme kerap dilakukan setelah kejadian.

    BacaTerduga Teroris Jaringan Bahrun Naim Ditangkap di Deliserdang

    Karena itu, Jokowi mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan berpartisipasi memberantas aksi terorisme. "Kalau ada yang perlu dilaporkan, segera laporkan ke aparat," ucapnya.

    Pagi tadi, Detasemen Khusus 88 Antiteror menggerebek sebuah rumah kontrakan terduga teroris. Polisi mengamankan sejumlah barang di rumah yang beralamat di RT 02 RW 01 Desa Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, itu. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan bom rakitan dan peluru.

    SimakTeroris Akan Ledakkan Bom di Dekat Eka Hospital BSD

    Presiden menambahkan, aksi teror bom tak hanya dialami Indonesia. Menurut dia, terorisme telah menjadi persoalan di banyak negara. "Kami berharap masyarakat ikut serta membentengi negara dari terorisme, dari radikalisme," ujar Jokowi.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.