Soal Natal, Pegawai di Grand Indonesia Tak Pakai Atribut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga-kaga di pasar Natal, setelah sebuah truk menabrak pasar yang sedang ramai pengunjung di Berlin, Jerman, 19 Desember 2016. AP/Markus Schreiber

    Polisi berjaga-kaga di pasar Natal, setelah sebuah truk menabrak pasar yang sedang ramai pengunjung di Berlin, Jerman, 19 Desember 2016. AP/Markus Schreiber

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir seluruh pegawai toko di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat terlihat tak memakai atribut Natal, menyusul dikeluarkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia. MUI mengeluarkan larangan muslim menggunakan atribut Natal.

    Dalam pantauan Tempo, Selasa, 20 Desember 2016, dekorasi Natal seperti, pohon natal, kado natal, dan hiasan-hiasan lainnya memang nampak menghiasi sudut-sudut mal Grand Indonesia. Sejumlah toko di mal tersebut juga tampak memajang dekorasi-dekorasi Natal. Namun hampir tak ada pegawai toko ataupun mal yang mengenakan atribut Natal.

    Salah satu pegawai toko mengatakan tahun ini mereka memang tidak dianjurkan menggunakan atribut natal oleh pihak toko. "Sekarang kami tidak diperkenankan menggunakan atribut Natal," ujar salah satu pegawai toko di Grand Indonesia yang tak mau disebutkan namanya, Jakarta, Selasa, 20 Desember 2016.

    Ia mengaku imbauan tersebut bukan dikeluarkan oleh pihak mal, namun dari pihak toko. Ia mengatakan imbauan larangan penggunaan atribut Natal tersebut keluar setelah adanya aksi sidak oleh Polri di salah satu toko mereka yang berada di Kemang Village yang terjadi pada Sabtu-Minggu lalu.

    Berdasarkan keterangannya, tahun lalu pegawai di toko tersebut masih mengenakan atribut Natal. Pegawai mal di Grand Indonesia juga tampak tak memakai atribut Natal. Salah satu pegawai mal, Uki, mengatakan memang tidak ada kebijakan dari pihak mal mengenai penggunaan atribut Natal bagi pegawainya. "Tahun lalu juga tidak pakai. Paling hanya memakai pin ini," ujar Uki sambil menunjukkan pin bertuliskan Merry Christmast.

    Ditanya apakah ada kebijakan mal yang melarang penggunaan atribut Natal bagi pegawai toko di mal, Uki mengatakan hal tersebut adalah kebijakan masing-masing dari toko. Ia mengatakan tidak ada kebijakan dari pihak mal, baik itu pemaksaan menggunakan atribut atau pelarangan penggunaan atribut.

    Meski hampir seluruh pegawai toko tak menggunakan atribut, dalam pantauan Tempo masih terdapat beberapa pegawai toko atau mal yang menggunakan atribut Natal. Atribut yang digunakan pun tak mencolok.

    Sejumlah kecil pegawai terlihat hanya mengenakan bandana berhias tanduk rusa serta topi santa. Salah satu pegawai yang mengenakan pakaian ala Santa mengatakan ia tak khawatir dengan kemungkinan adanya aksi sweeping oleh sejumlah ormas terkait dikeluarkannya fatwa MUI. "Biasa saja, namanya juga cari duit," ujar pegawai yang tak mau disebutkan namanya tersebut.

    Ia mengaku sebagai karyawan freelance yang ditawari pekerjaan di mal tersebut untuk mengenakan pakaian Santa. Terkait hal ini, Tempo belum dapat mengkonfirmasi kepada pihak manajemen mal. Begitu pula terkait soal pengamanan terhadap kemungkinan adanya aksi sweeping, pihak keamanan belum mau memberitahukan apakah ada pengamanan khusus atau tidak. *

    DENIS RIANTIZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.