Ahmad Dhani Bantah Gelontorkan Dana untuk Aksi 212  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Dhani memberikan keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus penghinaan terhadap presiden di Mako Brimob Kelapa Dua , Depok, Jawa Barat, Sabtu dinihari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ahmad Dhani memberikan keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus penghinaan terhadap presiden di Mako Brimob Kelapa Dua , Depok, Jawa Barat, Sabtu dinihari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta -- Musikus Ahmad Dhani membantah mengucurkan dana sebesar Rp 15 juta untuk membiayai penyewaan mobil komando dan sound system pada aksi 2 Desember 2016. Namun, ia membenarkan niat penyewaan itu. "Harusnya iya (bayar sewa mobil komando), kebetulan saya nggak ada uang. Rencananya iya," kata Dhani di Mapolda Metro Jaya usai diperiksa, Selasa, 20 Desember 2016.

    Dhani menuturkan, awalnya mobil komando itu akan digunakan Rizieq Shihab untuk berorasi dan ia tidak mengetahui kalau mobil tersebut juga akan digunakan untuk unjuk rasa di depan gedung DPR. "Saya nggak tahu (rencana mobil komando untuk aksi di DPR). Rencananya untuk digunakan Habib Rizieq," ujar Dhani.

    Baca juga: Tampak Akur, Ini Alasan Farhat Abbas Mau Membela Ahmad Dhani

    Keputusan Dhani batal menyewa mobil komando itu berdasarkan pengalamannya yang pernah menyewa mobil komando untuk aksi demonstrasi di gedung KPK, tapi mobil sewaannya itu justru ditahan polisi. "Saya kan pernah menyewa mobil komando, ditangkap polisi. Jadi saya takut nanti sudah menyewa, tapi ditangkap lagi," katanya.

    Sebelumnya, bendahara umum Partai Priboemi Yakub Arupalakka, yang diperiksa sebagai saksi dugaan makar dengan tersangka Rachmawati Soekarno Putri mengatakan dia diperiksa terkait aliran dana untuk pembayaran mobil komando dan sound system dalam aksi 2 Desember 2016. Yakub menyebut biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 15 juta.

    Menurut Yakub, awalnya biaya tersebut akan ditanggung oleh Ahmad Dhani. Namun, akhirnya biaya tersebut dibayarkan sebagian oleh Eko Suryo Santjojo, karena hingga 1 Desember, Dhani belum menyerahkan uang.

    Ahmad Dhani datang didampingi kuasa hukumnya termasuk Farhat Abbas untuk memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik terkait kasus dugaan makar Sri Bintang Pamungkas. Awalnya, penyidik sempat menjadwal ulang pemeriksaan Dhani pada Kamis, 22 Desember 2016, karena Dhani mengirimkan surat sakitnya. Namun ternyata, hari ini Dhani memutuskan hadir setelah mengikuti acara di Jakarta Pusat. *

    INGE KLARA

    Simak pula:
    Polisi Bongkar Prostitusi Online Mahasiswi di Surabaya
    Ini Dia Harga Artis untuk Endorse di Instagram

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.