Ridwan Kamil Bentuk Satgas Toleransi Lintas Agama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil berpose dengan sepedanya di ruang kerja, Balaikota Bandung, Jawa Barat, 12 April 2016. Menurut Ridwan Kamil setiap habis bersepeda, moodnya selalu segar walaupun sedang diimpit oleh problematika yang ruwet. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil berpose dengan sepedanya di ruang kerja, Balaikota Bandung, Jawa Barat, 12 April 2016. Menurut Ridwan Kamil setiap habis bersepeda, moodnya selalu segar walaupun sedang diimpit oleh problematika yang ruwet. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tidak mau kejadian penghentian ibadah Kebaktian Kebangkitan Rohani di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) oleh organisasi kemasyarakatan Islam, 6 Desember 2016 terulang. Untuk itu Ridwan  bersama Kementerian Agama Kantor Perwakilan Kota ‎Bandung membentuk Satuan Tugas (Satgas) Toleransi Lintas Agama. "‎Sehingga jika ada warga Bandung punya kegalauan, kerisauan, kecemasan oleh sesuatu, silakan kontak Satgas Toleransi. Nomor kontaknya akan kami sebarkan," kata Ridwan di Kantor Perwakilan Kemenag Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta, Selasa, 20 Desember 2016.

    Ridwan menuturkan Satgas dibentuk dengan tujuan melindungi kebebasan beribadah agama apapun di Kota Bandung. "‎Ini sebagai ekstra perlindungan terhadap keyakinan beribadah di Kota Bandung. Mudah-mudahan dengan kebulatan tekad ini dan hadirnya Satgas Toleransi bisa membuat warga tenang beribadah," tuturnya.

    Menurut Ridwan, Satgas Toleransi Lintas Agama  diisi oleh warga dan tokoh-tokoh semua agama. "‎Ada perwakilan semua agama, perwakilan dari ormas," ucapnya. Sejumlah tokoh agama di Kota Bandung juga menandatangani kesepakatan bersama melalui deklarasi kebebasan menjalankan keyakinan dan beribadah. Poin-poin dalam deklarasi tersebut antara lain setiap warga negara bebas beribadah di manapun. "‎Penggunaan gedung umum dipersilakan untuk kegiatan keagamaan selama sifatnya insidentil," tuturnya.

    Ridwan  juga memutuskan setiap kegiatan ibadah tidak perlu izin yang rumit. "Beribadah tidak perlu pakai izin, cukup melakukan pemberitahuan kepada Kementerian Agama dan Kepolisian," ujar dia.

    Kepala Kantor Perwakilan Kemenag Kota Bandung Yusuf Umar‎ menambahkan Satgas Toleransi Lintas Agama mengikutsertakan beberapa ormas Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu. "‎N‎anti ada pembinaan dari  Kapolrestabes Bandung," katanya.

    Tugas Satgas Toleransi Lintas Agama, ujar Yusuf, membantu polisi melaksanakan pengamanan kegiatan agama apapun. "‎Satgas ini diiterjunkan ke lokasi mengamankan kegatan peribadataan," ujarnya.  *

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.