Menteri Hanif Nasihati TKI Agar Hemat, Beli Rumah, dan Usaha

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri membaca puisi dalam acara #17anTempo yang bertema Merayakan Chairil Anwar, di gedung Tempo, Jakarta, 15 Agustus 2016. TEMPO/Amston Probel

    Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri membaca puisi dalam acara #17anTempo yang bertema Merayakan Chairil Anwar, di gedung Tempo, Jakarta, 15 Agustus 2016. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Madiun – Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi M. Hanif Dhakiri meletakkan batu pertama pembangunan perumahan sejahtera tenaga kerja Indonesia ‘Puri Kelapa Gading II’ di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa, 20 Desember 2016. Sebanyak tiga batu ditempelkannya dengan campuran semen sebagai bagian pondasi salah satu rumah.

    Hanif mengapresiasi pilot project perumahan bagi TKI itu. Hal ini dinilai akan mengubah kebiasan para TKI dalam menata perekomian keluarga. Selama ini, menurut dia, kebanyakan para pekerja di luar negeri menggunakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat konsumtif. "Seperti membeli motor, kulkas, dan handphone," kata Hanif.

    Karena itu, mereka harus bolak-balik ke luar negeri untuk kembali bekerja. Ketika kontrak kerja habis selama dua tahun, misalnya, TKI pulang ke Indonesia. Setelah uangnya habis terpaksa terbang lagi. Itu sebabnya, kata dia, sebaiknya uang yang dihasilkan untuk modal usaha. "Maupun investasi perumahan," ujar Hanif.

    Perumahan bagi TKI, katanya, mampu melengkapi program serupa bagi para pekerja yang diluncurkan pemerintah tahun lalu. Kekurangan perumahan, kata dia, secara nasional sekitar 13,5 juta unit. "Oleh karenanya, program perumahan TKI menjadi terobosan untuk meningkatkan akses TKI terhadap perumahan layak dan terjangkau," katanya menjelaskan.

    Perumahan bagi TKI yang berada di Madiun digagas dan dikerjakan oleh Perkumpulan Peduli Buruh Migran. Organisasi ini bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara dan kontraktor milik mantan TKI. Koordinator Perkumpulan Peduli Buruh Migran, Lily Jatmiko Kusnadi, mengatakan bahwa perumahan yang akan dibangun di atas lahan seluas 7.416 meter persegi itu sebanyak 71 unit.

    Sebanyak 51 di antaranya dengan tipe 36 di atas tanah berukuran 60 meter telah dipesan oleh TKI yang masih bekerja di luar negeri. Adapun harganya sekitar Rp 114 juta per unit yang bisa dikredit selama lima hingga 15 tahun dengan uang muka Rp 2,5 juta – Rp 30 juta. "Rata-rata yang pesan adalah TKI asal Madiun dan Ponorogo. Mereka bekerja di sektor formal maupun non-formal," tutur Lily.

    Adapun peletakan batu pertama perumahan bagi TKI itu juga dihadiri Bupati Madiun, Muhtarom; Wakil Bupati Madiun, Iswanto; Ketua Dewan Perwakilan Rakyat setempat Djoko Setijono. Selain itu, anggota Perkumpulan Peduli Buruh Migran, calon TKI, TKI yang hendak berangkat, mantan TKI, dan keluarga TKI juga hadir. *

    NOFIKA DIAN NUGROHO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.