Surabaya Jadi Wakil Indonesia di Pameran Taman Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanaman menempel pada kerangka besi yang di bentuk seperti dinding sebagai taman vertikal (vertical garden) di Jalur MERR II C, Jalan IR Soekarno, Surabaya, 6 November 2014. Pembuatan taman vertikal di sejumlah titik jalan untuk mengisi lahan terbatas agar tampak indah. TEMPO/Fully Syafi

    Tanaman menempel pada kerangka besi yang di bentuk seperti dinding sebagai taman vertikal (vertical garden) di Jalur MERR II C, Jalan IR Soekarno, Surabaya, 6 November 2014. Pembuatan taman vertikal di sejumlah titik jalan untuk mengisi lahan terbatas agar tampak indah. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya diminta mewakili Indonesia mengikuti pameran taman internasional di Kota Nanning, Cina, pada 2018.

    Permintaan itu disampaikan langsung oleh delegasi Pemerintah Kota Nanning saat berkunjung ke Balai Kota Surabaya, Selasa, 20 Desember 2016.

    Delegasi dari Naning itu dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Zhang Wei, yang juga menjadi anggota panitia CPC Nanning Municipal Committe.

    Ikut pula dalam rombongan itu Director Nanning Foreign Affairs and Overseas Chinese Affairs Office, Peng Jiang, dan Director Nanning Taiwan Affairs Office, He Jianshuang, serta Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Gu Jingqi.

    Delegasi itu ditemui oleh Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana beserta Kepala Bagian Kerja Sama, Dewi Wahyu Wardhani.

    “Mereka menyampaikan undangan mengajak kami berpartisipasi dalam pameran taman internasional yang digelar di Nanning pada 2018 nanti. Nanti akan saya sampaikan kepada Ibu Wali Kota, bagaimana kebijakan beliau. Kalau ke luar negeri, perlu persetujuan dari DPRD juga,” kata Whisnu seusai pertemuan.

    Menurut Whisnu, pemerintah kota Nanning menginginkan 10 negara ASEAN yang ikut berpartispasi dalam pameran taman internasional tersebut. Surabaya dipilih untuk mewakili Indonesia, apalagi ada Taman Bungkul yang pernah meraih penghargaan internasional.

    “Mengapa Surabaya? Karena mereka tahu bahwa untuk urusan taman, di Indonesia ini yang paling bagus ya di Surabaya,” tuturnya.

    Secara prinsipil, kata dia, undangan itu sangat menarik, karena sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya untuk terus mengembangkan taman di Surabaya dengan konsep yang lebih bagus lagi.

    “Pameran internasional ini tentu akan menambah wawasan bagi Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Apalagi, Ibu Wali bercita-cita membangun taman internasional di Keputih. Tapi yang pasti kami masih menunggu kebijakan beliau (Wali Kota Risma),” kata dia.

    Wakil Wali Kota Nanning Zhang Wei berharap hubungan antara Nanning dan Surabaya tidak hanya dalam berpartisipasi di pameran taman internasional. Dia berharap hubungan kedua kota berlanjut dalam bentuk Sister City, karena kondisi geografis dan keadaan kotanya memiliki kemiripan.

    “Kami ingin menjalin kerja sama lebih erat dengan Surabaya di berbagai bidang, terutama dalam bentuk Sister City,” kata Zhang Wei seusai pertemuan.

    Bahkan, ia mengaku sudah satu bulan tinggal di Surabaya. Ia mengaku nyaman dengan keindahan Surabaya yang dipenuhi dengan taman-taman. Kondisi Surabaya yang hijau itu hampir sama dengna di Nanning. “Kota ini terbaik dengan wali kota terbaik. Saya berharap hubungan dua kota ini bisa ditingkatkan,” ujarnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH

    Baca juga:
    Ahmad Dhani: Tidak Ada Laki-laki Sehebat Rizieq Shihab
    Hakim Tak Izinkan Ahok Tanggapi Pandangan Jaksa
    Beredar Video Diduga Olla Ramlan Ngamuk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.