Wapres JK: UN dan USBN Akan Berjalan Berdampingan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 7 Desember 2016. Jusuf Kalla menyatakan Pemerintah menyampaikan rasa bela sungkawa atas bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 SR menyebabkan korban jiwa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Biereun di Provinsi Aceh, sementara pemerintah tidak memiliki kriteria apakah musibah gempa ini tergolong bencana nasional atau tidak. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 7 Desember 2016. Jusuf Kalla menyatakan Pemerintah menyampaikan rasa bela sungkawa atas bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 SR menyebabkan korban jiwa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Biereun di Provinsi Aceh, sementara pemerintah tidak memiliki kriteria apakah musibah gempa ini tergolong bencana nasional atau tidak. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tidak ada banyak perubahan terkait pelaksanaan Ujian Nasional. Hal ini dilakukan setelah Presiden Joko Widodo memutuskan tidak melakukan moratorium yang diusulkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) yang sebelumnya dipersiapkan untuk alternatif UN, kata Kalla, malah akan tetap ada dan berjalan berdampingan dengan UN. "Dua-duanya akan dilaksanakan," ujar JK di Istana Wakil Presiden, Selasa, 20 Desember 2016.

    Presiden Jokowi memutuskan membatalkan rencana moratorium UN karena merasa hal itu masih dibutuhkan. UN masih dianggap sebagai tolak ukur kualitas pelajar Indonesia. Menurut Jokowi, tanpa UN akan sulit mengukur kualitas pelajar Indonesia usai menjalani kegiatan belajar dan mengajar.

    Sebelumnya, isu UN bakal dimoratorium sudah berhembus kencang. Tanda-tandanya, selain Presiden sudah menerima kajian panjang dari Mendikbud Muhadjir Effendy, tender pelaksanaan UN belum dilaksanakan hingga Desember ini. padahal, umumnya tender pelaksanaan UN dimulai sejak bulan Oktober.

    Jusuf Kalla menjelaskan USBN akan dipertahankan untuk memastikan mata pelajaran lain ikut diprioritaskan. Sebab, selama ini sekolah cenderung mengutamakan mata pelajaran yang diujikan saja seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

    JK menambahkan bahwa USBN, sesuai namanya, akan dibuat berdasarkan standar yang ditetapkan secara nasional. Jadi, meski soal ujian dibuat oleh sekolah, tetap ada acuan untuk memastikan kualitas dari ujian itu sendiri. "Tetap harus ada batasan, kisi-kisi nasional," ujarnya.

    ISTMAN M. P.

    Baca juga:
    Jaksa Enggan Komentari Pandangan Ahok Soal Al-Maidah Ayat 51
    Begini Sosok Dubes Rusia untuk Turki yang Tewas Ditembak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.