Menjelang Natal, Menteri Perhubungan Cek Pelabuhan Makassar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Makassar - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar jelang Natal dan Tahun Baru 2017. Kunjungannya ke PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV itu terkait dengan kesiapan angkutan laut tersebut.

    "Angkutan Natal dan Tahun Baru berjalan baik. Tadi, kami lihat service yang diberikan Pelindo IV cukup baik terhadap pelayanan penumpang," ucap Budi di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Senin, 19 Desember.

    Ia berharap kondisi ini dapat dijaga hingga Tahun Baru 2017. Selain itu, menurut dia, kecenderungan jumlah penumpang yang datang juga harus dilihat. "Kalau perlu ditambah. Jangan sampai ada orang yang mau pulang kampung tak dapat kapal. Jadi dari sekarang masih punya waktu lakukan penambahan itu," ujar dia.

    Budi ingin Pelabuhan Makassar menjadi pusat di bagian timur. Karena itu, ia akan meminta data jumlah kapal yang keluar. "Kita lihat dan atur supaya Makassar New Port menjadi pusat bagian timur. Karena itu, kita mau konsolidasikan dari seluruh pelabuhan yang ada di bagian timur," kata dia. "Semua yang mau ke bagian timur pasti ke Makassar."

    Saat ini, menurut dia, merupakan era kompetisi bagi pelabuhan. Ia juga menyampaikan agar Syahbandar dan Pelindo bekerja sama. "Di masing-masing daerah harus meng-input diri agar berkompetitif," tuturnya.

    Jika ada yang kurang memuaskan tentang pelayanan Pelindo IV, ia berharap hal itu bisa segera dilaporkan. "Masyarakat silakan melakukan pengaduan kepada Dirjen apabila pelayanan kurang baik," ujarnya.

    General Manager Pelindo IV Cabang Makassar Yosef Benny Rohy menuturkan tujuan kedatangan Menteri Perhubungan tersebut adalah meninjau kesiapan menyambut Natal dan Tahun Baru. "Jadi Menhub meninjau terminal penumpang serta posko angkutan Natal dan Tahun Baru," ucap dia.

    Yosef menyatakan pihaknya telah melakukan persiapan menyambut arus mudik Natal dan Tahun Baru, termasuk fasilitas pendukung, seperti ruang tunggu, toilet, dan eskalator. Selain itu, pihaknya bahkan sudah menyiapkan jembatan penghubung antara ruang tunggu dan pintu masuk kapal. "Itu kami lakukan demi memudahkan penumpang yang mudik menggunakan transportasi laut," ujarnya.

    Ia menambahkan, bagi penumpang yang ingin masuk ke pelabuhan juga akan diperiksa menggunakan metal detector. Hanya penumpang yang memiliki tiket dan identitas yang diperbolehkan masuk pelabuhan.

    Saat naik ke atas kapal, penumpang juga bakal diberikan cap di tangan. Hal itu akan memudahkan petugas mengenali penumpang yang menggunakan kapal resmi. "Kami juga sudah memberlakukan boarding pass layaknya di bandar udara. Itu dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang," kata Yosef.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.