Ini 4 Masalah yang Dirisaukan Menteri Tjahjo Kumolo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di kantornya di Jakarta, Senin 3 Oktober 2016. TEMPO/Arkhewis

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di kantornya di Jakarta, Senin 3 Oktober 2016. TEMPO/Arkhewis

    TEMPO.COJakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, meski sudah 71 tahun merdeka, Indonesia masih memiliki permasalahan yang belum tuntas diselesaikan. Setidaknya ada empat persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini. “Yaitu kesenjangan, korupsi, terorisme, dan narkoba,” kata Tjahjo di Universitas Negeri Jakarta, Senin, 19 Desember 2016. 

    Menurut Tjahjo, persoalan kesenjangan masih berkutat pada kebutuhan pokok masyarakat, yakni pangan dan perumahan. Di depan mahasiswa, Tjahjo menyebutkan kondisi pangan Indonesia masih bergantung pada impor. Meski sebagai negara agraris, kebutuhan garam dan jagung Indonesia masih mengandalkan negara lain. Begitu pula perumahan, Tjahjo mengatakan masih banyak warga negara Indonesia yang belum memiliki tempat tinggal layak. 

    Thahjo mengatakan pemberantasan korupsi tak hanya bisa diselesaikan Komisi Pemberantasan Korupsi. “Memberantas korupsi perlu komitmen bersama,” ujarnya. Begitu pula persoalan terorisme dan radikalisme. Tjahjo menilai langkah yang paling bisa dilakukan adalah mengeratkan persaudaraan di antara suku, agama, dan keberagaman bangsa. 

    Ancaman radikalisme, kata Tjahjo, bisa datang dari negara-negara tetangga. Negara-negara sahabat bisa juga menjadi ancaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan untuk masalah narkoba, Tjahjo mengatakan, ada sekitar 40-50 orang per tahun di Indonesia meninggal lantaran narkoba. 

    Sebelumnya, dalam peringatan Hari Nusantara di Lembata, Nusa Tenggara Timur, Tjahjo mengatakan Indonesia merupakan negara kepulauan. Kepulauan itu terdiri atas berbagai suku, golongan, bahasa, dan agama. Mereka, kata Tjahjo, disatukan dalam NKRI. "Melalui hari bersejarah bagi Nusantara ini, mari gelorakan kembali semangat persatuan Indonesia yang berwawasan Nusantara," kata Tjahjo pada Selasa, 13 Desember 2016.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.