Jenazah Korban Pesawat Hercules Jatuh Akan Dibawa ke Malang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Berikut ini kemampuan teknis yang dimiliki oleh Hercules, ditenagai oleh 4 mesin Allison T56-A-15 turboprops membuat pesawat ini mampu terbang sejauh 8,375Km, dengan kecepatan jelajah mencapai 602Km/perjam. Diawaki oleh 5 personel terdiri dari, pilot, co-pilot, navigator, flight engineer, loadmaster. theaviationist.com

    Berikut ini kemampuan teknis yang dimiliki oleh Hercules, ditenagai oleh 4 mesin Allison T56-A-15 turboprops membuat pesawat ini mampu terbang sejauh 8,375Km, dengan kecepatan jelajah mencapai 602Km/perjam. Diawaki oleh 5 personel terdiri dari, pilot, co-pilot, navigator, flight engineer, loadmaster. theaviationist.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Penerangan Lanud Abdurahman Saleh Mayor Hamdi Londong Alu mengatakan 13 korban jatuhnya pesawat Hercules tipe C 130 dengan nomor pesawat A 1334 akan dibawa ke Malang untuk disemayamkan. Menurut dia, korban dibawa ke Malang sekitar pukul 15.00 WIT.

    Bandara Abdulrahman Saleh skuadron 32 disebut sebagai home base pesawat Hercules C130 1334. Selanjutnya, pihak Lanud akan berkoordinasi dengan keluarga perihal persemayaman terakhir para korban. Sebagian keluarga pun tiba di Malang siang ini. “Keluarga korban sudah pada datang,” kata Londong saat dihubungi Tempo, Ahad, 18 Desember 2016.

    Menurut Londong, pihaknya kini masih menunggu para keluarga dari 13 jenazah berkumpul di bandara. Hingga saat ini, baru sebagian keluarga saja yang sudah berkumpul di Bandara Abdulrahman Saleh untuk melihat langsung evakuasi jenazah. “Keluarga yang dari Papua sudah datang tadi,” katanya.

    Londong mengatakan persiapan sudah dilakukan oleh para petugas di Lanud Abdulrahman Saleh untuk menyambut 13 korban yang rencananya akan mendarat sore ini. Termasuk perlengkapan dan peralatan untuk jenazah.

    Para korban pesawat Hercules yang jatuh itu adalah Mayor Penerbang Marlon A. Kawer, Kapten Penerbang J. Hotlan F. Saragih, Letnan Satu Penerbang Hanggo Fitradhi, Letnan Satu Arif Fajar Prayogi, Pembantu Letnan Satu Lukman Hakim, Pembantu Letnan Satu Suyata, Pembantu Letnan Satu Khusen, Sersan Mayor Khudori, Pembantu Letnan Satu Agung Tri W, Pembantu Letnan Dua Agung S, Sersan Mayor Fatoni, Sersan Dua Suyanto, dan Kapten Rino.

    Pesawat Hercules dengan nomor A 1334 itu awalnya terbang dari Lanud Timika, Papua, pada pukul 05.35 WIT. Pesawat dijadwalkan mendarat di Wamena pada 06.13 WIT. Namun pesawat jatuh yang diduga karena faktor cuaca.

    Sebelum musibah itu terjadi, penerbang sempat kontak melalui radio dengan petugas tower Bandara Wamena pada pukul 06.02 WIT. Petugas tower pun sudah melihat secara visual pesawat yang akan mendarat. Awalnya, pesawat akan mendarat di ujung landasan pacu 15 karena kondisi kurang baik, rute landasan diubah ke 33.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.