Nama Masjid Ini Bikin Bingung Jusuf Kalla

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 7 Desember 2016. Jusuf Kalla menyatakan Pemerintah menyampaikan rasa bela sungkawa atas bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 SR menyebabkan korban jiwa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Biereun di Provinsi Aceh, sementara pemerintah tidak memiliki kriteria apakah musibah gempa ini tergolong bencana nasional atau tidak. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 7 Desember 2016. Jusuf Kalla menyatakan Pemerintah menyampaikan rasa bela sungkawa atas bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 SR menyebabkan korban jiwa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Biereun di Provinsi Aceh, sementara pemerintah tidak memiliki kriteria apakah musibah gempa ini tergolong bencana nasional atau tidak. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan Masjid Muhaimunurrais di kompleks Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden. Dalam sambutannya, Kalla mengaku bingung dengan nama masjid tersebut.

    "Masjid Muhaiminurrais, agak bingung saya. Saya pikir Amien Rais. Tapi kalau Muhaimin biasanya Muhaimin Iskandar. Kalau Rais, Amien Rais," kata Kalla yang disambut tawa hadirin, Jumat, 16 Desember 2016.

    Kalla melanjutkan, nama masjid tersebut rupanya gabungan dari kata "muhaimin" dan "rais" yang berarti pengawal para pemimpin. Pekerjaan ini lekat dengan pekerjaan Paspampres yang mengawal Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden, tamu negara, maupun mantan presiden dan wapres.

    Baca Pula

    Final AFF Cup: Kenapa Kiatisuk Senamuang Tak Bisa Tidur?
    Cedera Andik dan Deja Vu Ronaldo, Akankah Timnas Juga Juara?

    Secara berseloroh, Kalla mengatakan, selain bermakna pengawal para pemimpin, nama masjid tersebut juga bagus. Sebab, nama tersebut identik mewakili dua organisasi keislaman, yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. "Karena Amirn Rais, Muhammadiyah; dan Muhaimin Iskandar NU. Jadi netral. Alhamdulillah," katanya diiringi tawa hadirin lagi.

    Masjid Muhaiminurrais diresmikan Kalla setelah direnovasi karena mengalami beberapa kerusakan. Komandan Paspampres Mayor Jenderal Bambang Suswantono mengatakan masjid ini dibangun melalui Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila dan diresmikan Presiden Soeharto pada 1988. "Sejak itu masjid tidak pernah direnovasi, dan mengalami kerusakan di beberapa tempat," kata Bambang.

    Seiring dengan berjalannya waktu kapasitas masjid pun tidak sanggup lagi menampung jemaah. Sebelumnya, masjid hanya bisa menampung 700 jemaah. Kini setelah direnovasi, masjid bisa menampung 1.065 jemaah.

    Simak Juga

    Kenapa Agus dan Sylvi Tak Ikut Acara Debat di Televisi?

    Tingkat Elektabilitasnya Kembali Naik, Begini Reaksi Ahok

    Bambang mengatakan Masjid Muhaiminurrais direnovasi sejak enam bulan lalu. Renovasi di antaranya dilakukan dengan penggantian atap, genting, plafon, lampu-lampu, perluasan selasar kanan dan kiri masjid, perbaikan tempat wudu, toilet, dan perbaikan sound system. Masjid dibangun dengan dana sekitar Rp 1 miliar, yang didapat dari kas awal masjid Rp 350 juta, dan bantuan dari sejumlah pihak, di antaranya Bank BNI Rp 400 juta, Mandiri Rp 350 juta, BRI 250 juta, dan lainnya.

    Kalla berharap renovasi masjid ini akan membuat kemakmuran masjid semakin bertambah. "Kemakmuran itu berati kita meramaikan, memelihara, banyak beribadah, baru makmur. Sama dengan kalau rumah makan makmur itu kalau ramai," kata Kalla.

    AMIRULLAH

    Baca Juga
    KPK Minta Penyuap Pejabat Bakamla Menyerahkan Diri
    Indonesia Nyaris Juara AFF, Mirip Portugal atau Leicester?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.