Minggu, 22 September 2019

JK: Tak Perlu Ada Polemik, Moratorium UN Ditolak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016 di SMP Negeri 19 Banda Aceh, Aceh, 9 Mei 2016. Sebanyak delapan dari 19 SMP atau yang sederajat di Kota Banda Aceh melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK). ANTARA FOTO

    Pelajar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016 di SMP Negeri 19 Banda Aceh, Aceh, 9 Mei 2016. Sebanyak delapan dari 19 SMP atau yang sederajat di Kota Banda Aceh melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK). ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan ujian nasional tetap ada. Keputusan ini telah diambil dalam rapat kabinet terbatas beberapa waktu lalu, sehingga tidak ada polemik lagi soal UN.

    "Saya kira tidak perlu lagi ada polemik. Sesuatu usulan yang tidak diterima itu berarti aturan yang ada jalan kan. Kan itu aja rumusnya," kata Kalla di Markas Komando Paspampres, Jakarta, Jumat, 16 September 2016.

    Kalla mengatakan moratorium UN diusulkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Usulan itu kemudian dibahas dalam rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Di rapat terbatas tersebut, usulan moratorium UN tidak diterima.

    "Berarti UN tetap jalan. Logikanya begitu, semua usulan yang tidak diterima, ya, jalan yang lama," kata Kalla. Terkait dengan evaluasi UN, dia mengatakan yang diminta dalam rapat terbatas adalah evaluasi menyeluruh sistem pendidikan, bukan keberadaan UN.

    Kalla sebelumnya juga mengatakan keberadaan UN dianggap masih dibutuhkan untuk pemerataan di dunia pendidikan. Hampir semua negara, termasuk di Asia Tenggara, punya mekanisme sejenis untuk mengukur tingkat pendidikan. Karena itu, keberadaan UN diperlukan sebagai acuan untuk mengukur kualitas pendidikan.

    Apalagi, tanpa UN dikhawatirkan semangat siswa dalam belajar akan berkurang. "Jadi usulan itu tidak diterima, tapi dikaji dan secara perbandingan lebih dalam lagi untuk memperbaiki mutu," kata Kalla.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe