Baru Pulang, TKI Terduga Teroris Ditangkap di Purworejo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Brimob menjaga area rumah terduga anggota jaringan teroris saat dilakukan penggerebekan oleh tim Densus 88 Mabes Polri, di kawasan Bintara Jaya 8, Bekasi, Jawa Barat, 10 Desember 2016. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

    Personel Brimob menjaga area rumah terduga anggota jaringan teroris saat dilakukan penggerebekan oleh tim Densus 88 Mabes Polri, di kawasan Bintara Jaya 8, Bekasi, Jawa Barat, 10 Desember 2016. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Purworejo - Kepala Kepolisian Resor Purworejo, Ajun Komisaris Besar Polisi Satrio Wibowo mengatakan  Ika Puspitasari terduga teroris yang ditangkap di Dusun Tegalsari, Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo adalah seorang TKI yang baru dua bulan pulang ke kampung halamannya.

    Penangkapan terduga teroris itu dilakukan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri Kamis, 15 Desember 2016. Perempuan berusia 34 tahun itu ditangkap di musola yang berjaral 150 meter dari rumahnya. Satrio belum bisa menjelaskan keterkaitan Ika dengan jaringan bom di Bekasi. “Itu sudah ranahnya Densus,” katanya kepada Tempo, Kamis 15 Desember 2016.      

    Sebelum penangkapan, ujar Satrio, pukul 13.00 WIB dia didatangi tiga orang personil Densus untuk meminta bantuan tambahan personil. Hal ini ditindaklanjutinya dengan menurunkan sebanyak 50 personil dari Polres Purworejo. "Sisa personil Densus lainnya mungkin sudah di sekitar lokasi penggerebekan. Personil kami diminta untuk mengamankan wilayah sekitar," katanya.

    Saat penggerebekan di rumah, kata Satrio, Ika tidak sedang berada di rumah. Saat ditangkap di musola, ika tidak melakukan perlawanan. "Kegiatan dia di musola apa, saya tidak tahu. Yang bersangkutan adalah seorang TKI yang baru 2 bulan pulang," jelasnya.

    Saat penangkapan, kata Satrio, Densus sempat menyita beberapa dokumen dan telepon genggam. Setelah penangkapan, Densus langsung membawa perempuan tersebut ke Jakarta. "Jadi saat ditangkap saya tidak memonitor lagi dan posisinya sudah di Jakarta," ungkapnya.

    Sabtu, 10 Desember 2016 lalu, Densus Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap empat terduga teroris di kawasan Bekasi. Mereka adalah Nur Solihin, Agus Supriyadi, Abu Izzah, dan Dian Yulia Novi. Polisi menemukan dan menyita bom berdaya ledak tinggi seberat 3 kilogram de-ngan media penanak nasi di kamar kontrakan Dian. Menurut polisi, istri kedua Nur Solihin tersebut dipersiapkan sebagai calon "pengantin" bom bunuh diri atau amaliyah ke pos penjagaan Istana Merdeka.

    Densus kemudian menangkap tiga orang lainnya di tempat terpisah pada Minggu, 13 Desember 2016. Di antaranya Khafid Fathoni. Pria 22 tahun itu diduga turut merakit bom bersama Nur Solihin di kediamannya di Desa Walikukun, Widodaren, Ngawi, Jawa Timur. Dalam penggerebekan di Ngawi, polisi menyita 1,3 kilogram bahan untuk bom berdaya ledak tinggi. Di Sukoharjo, Densus juga gencar melakukan penagkapan.

    BETHRIQ KINDY ARRAZY

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.