Chef Rusia Ini Gagal Selundupkan 3 Kilogram Hashish ke Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Barang bukti narkoba. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Barang bukti narkoba. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Kuta - Upaya warga Rusia, Roman Kalasnikov, 29 tahun, menyelundupkan narkoba jenis hashish seberat 2.999,15 gram bruto digagalkan petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai, pada Minggu, 11 Desember 2016.

    Kalasnikov ditangkap ketika tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pukul 13.30 Wita. Pria yang berprofesi sebagai chef itu sebelumnya menumpangi pesawat Malindo Air OD 306 rute Kuala Lumpur-Denpasar.

    Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ngurah Rai Budi Harjanto mengatakan modus yang dilakukan bule pemegang nomor paspor 726052983 itu menyembunyikan hashish di dalam kemasan pasta gigi yang disimpan dalam koper.

    ”Satu pasta gigi isinya kisaran 100 gram lebih. Ada 27 pasta gigi yang berisi hashish. Barang ini (hashish) didapat dari Nepal. Dia beli sudah dikemas, jadi diproduksi secara profesional,” kata Budi saat jumpa media di Kantor Bea dan Cukai Ngurah Rai, Bali, Rabu, 14 Desember 2016.

    Dari hasil pemeriksaan, menurut Budi, diduga hashish yang dibawa Kalasnikov itu untuk para turis-turis dari wilayah Eropa Timur. “Sesuai dengan pengakuan (pemeriksaan), kemudian diketahui dia ini (Kalasnikov) mafia internasional,” ujarnya.

    Budi menjelaskan, hasil temuan ini merupakan jumlah terbesar selama 2016. Ia menyatakan, dari pengakuan Kalasnikov, diduga hashish sebanyak itu digunakan untuk perayaan tahun baru di Bali.

    ”Pada Oktober, dia (Kalasnikov) sempat ke Bali. Dia survei melihat Bali dan menganggap ada potensi (disebarkan atau dijual), kemudian ia berangkat ke Nepal lalu kembali lagi ke sini,” tuturnya.

    Ia mengatakan tersangka diduga melanggar Pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan serta Pasal 113 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    ”Diancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda Rp 10 miliar ditambah sepertiga,” kata Budi.

    Selama berhadapan dengan awak media, bule kelahiran 10 Juli 1987 itu terlihat tenang. Ia tampak tidak canggung menatap awak media di hadapannya. Dia juga sempat berkomentar singkat.

    ”Barang ini mau saya pakai sendiri karena akan lama berada di Bali,” ujarnya.

    BRAM SETIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.