Ridwan Kamil Bikin Edaran Soal Kostum Natal Pegawai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers terkait beredarnya informasi dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil mengatakan hanya memegang dagu seorang sopir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers terkait beredarnya informasi dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil mengatakan hanya memegang dagu seorang sopir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengeluarkan edaran khusus untuk pengusaha toko dan retail di Kota Bandung. Dalam surat edaran itu, para pengusaha diimbau tidak memaksakan karyawannya yang beragama Islam menggunakan kostum bertema Natal dan Sinterklas.

    "Ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Edarannya sebagian ke asosiasi, tapi saya titip ke toko-toko yang skala besar, mal dan supermarket," kata Ridwan di Pendapa Kota Bandung, Selasa, 13 Desember 2016. 

    Baca: Natal dan Tahun Baru, Ini Jadwal Libur BI dan BEI

    Meski demikian, karyawan muslim boleh saja menggunakan atribut Sinterklas asalkan karyawan tersebut bersedia secara sukarela. "Asalkan ikhlas, tidak ada masalah, asal mampu menjelaskan. Jadi prosedurnya harus ditanya dulu dengan baik apakah mereka berkenan atau tidak," ujarnya. 

    Baca: Natal dan Tahun Baru, PT ASDP Optimistis Mampu Layani Warga

    Ridwan menjelaskan, edaran tersebut dikeluarkan karena dia banyak menerima laporan pemaksaan oleh perusahaan kepada karyawannya yang beragama Islam. "Banyak (laporan), lebih dari 15 laporan atas nama pribadi," ucapnya.

    Ridwan tidak sebelah mata. Menurut dia, edaran tersebut juga berlaku sebaliknya. "Hal yang sama juga akan dikirimkan di hari agama lain. Intinya boleh saja, selama tidak ada paksaan. Menjelang Lebaran juga surat imbauan disampaikan. Islam juga mengajarkan kalau saling membantu dalam upacara keagamaan, silakan, selama datang dari keikhlasan," katanya. 

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.