Pasien Wajah Sumbing Akan Jalani Operasi di RS Airlangga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengunjungi pasien facial cleft (sumbing wajah) Tutik Handayani, di RS Universitas Airlangga,  23 Agustus 2016. Tutik menjalani operasi kraniofacial untuk pertama kalinya. TEMPO/Artika

    Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengunjungi pasien facial cleft (sumbing wajah) Tutik Handayani, di RS Universitas Airlangga, 23 Agustus 2016. Tutik menjalani operasi kraniofacial untuk pertama kalinya. TEMPO/Artika

    TEMPO.CO, Surabaya - Pasien sumbing atau celah wajah (facial cleft), Tutik Handayani, bakal menjalani operasi tahap kedua besok, Rabu, 14 Desember 2016. Tim dokter Rumah Sakit Universitas Airlangga yang menangani kasus ini mengatakan operasi tahap kedua bertujuan untuk menutup celah pada tulang wajah.

    "Operasi akan dimulai pukul 08.00, setidaknya selama enam jam." Ketua Tim Dokter Indri Lakshmi Putri menyampaikannya melalui siaran pers yang diterima Tempo, Selasa, 13 Desember 2016.

    Operasi penutupan celah akan menggunakan tulang wajah sebelah kiri Tutik yang berlebihan. Berdasarkan hasil rontgen, rahang gigi sebelah kiri Tutik terdiri dari tiga lapis sehingga menyerupai belalai. Langit-langit ini lebih besar celahnya. Rencananya, akan diubah dengan menutup celah pada lubang. “Di sini (wajah sebelah kiri) kan ada celah pada tulang, nanti kami buang kelebihannya, lalu digunakan untuk menutup celah tulang yang ada di kanan dan kirinya.”

    Dokter yang akrab disapa Putri itu menyebutkan sedikitnya terdapat tiga tantangan yang akan dihadapi oleh tim dokter yang menangani Tutik. Pertama, adanya kemungkinan risiko pendarahan saat operasi. Kedua, kesulitan pada saat pembiusan. Ketiga, struktur gigi geligi yang berlapis akan menjadi pekerjaan tambahan bagi dokter gigi untuk merapikan susunan gigi.

    Sesuai rencana, operasi yang akan dijalani Tutik ditangani empat dokter dari disiplin ilmu berbeda. Antara lain bedah plastik, mata, orthodonsia, dan anestesia.

    Selain di luar tindakan medis, tim psikiatri akan terus mendampingi Tutik. Sebab, enam bulan setelahnya, ia akan kembali menjalani operasi tahap ketiga. Tutik harus dioperasi empat hingga lima tahap untuk memperbaiki kualitas dan fungsi. “Di antara operasi kedua dan ketiga, kami menunggu tulangnya stabil dulu.”

    Tutik menjalani operasi celah wajah tahap pertama pada 18 Agustus 2016. Gadis 16 tahun asal Lumajang itu cacat sejak lahir. Kondisinya membaik seusai operasi pertama yakni menyambungkan otot, kulit, tulang wajah, serta perbaikan posisi mata.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.