Penikam Anak SD di NTT Tewas Dihakimi Massa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pembunuhan. Tempo/Indra Fauzi

    ilustrasi pembunuhan. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan tewasnya pelaku penyerangan anak sekolah dasar di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, akan diusut.

    Irwansyah, 32 tahun, menganiaya tujuh murid Sekolah Dasar Negeri 1 Sabu Barat pada Selasa pagi, 13 Desember 2016. Menurut Boy, informasi awal yang didapatkan polisi, Irwansyah yang melukai anak-anak itu mengalami stres.

    Setelah kejadian di sekolah itu, polisi langsung menahan Irwansyah di Kepolisian Sektor Sabu Barat. Saat berada di dalam sel, masyarakat yang berbondong-bondong mendatangi kantor polisi itu melempar batu ke atap.

    "(Irwansyah) sudah ditempatkan di tempat khusus tapi ternyata dihakimi massa," ujar Boy di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Desember 2016.

    Irwansyah pun tewas setelah dikeroyok massa. "Akan diusut siapa penggeraknya, provokator (main hakim sendiri)," ujar Boy.

    Menurut polisi, Irwansyah memasuki ruangan kelas V SD Negeri 1 Sabu Barat sekitar pukul 08.47 WITA. Dia memegang pisau di tangan.

    Dia lantas menuju ke bangku Naomi Oktoviani, 11 tahun. Irwansyah melukai leher Naomi dengan pisau itu. Murid-murid berhamburan keluar, namun Irwansyah sempat melukai 6 murid lainnya sebelum ditangkap.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.