Air Laut Pasang, 2.000 Rumah di Indramayu Kebanjiran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga membawa barang bawaannya ketika mengungsi dari Banjir di desa Bugel, Indramayu, Jawa Barat, Senin (20/1). ANTARA/Dedhez Anggara

    Sejumlah warga membawa barang bawaannya ketika mengungsi dari Banjir di desa Bugel, Indramayu, Jawa Barat, Senin (20/1). ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.COIndramayu - Sekitar 2.000 rumah warga pesisir Indramayu, Jawa Barat, terendam banjir akibat air laut pasang. 

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, banjir pasang air laut itu menerjang permukiman warga di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. “Semua rumah warga hingga hari ini masih terendam,” kata Kepala Desa Eretan Wetan Edi Suhaedi, Selasa, 13 Desember 2016.

    Di Desa Eretan Wetan terdapat sekitar dua ribu rumah di 21 RT dan 5 RW. Semua rumah warga, menurut Edi, terendam banjir pasang air laut. Ketinggian air yang masuk ke rumah warga bervariasi. “Ada yang mencapai 1 meter,” ucapnya. Terutama rumah warga yang berada di pinggir-pinggir muara sungai. 

    BacaBanjir Meluas, Bojonegoro Siapkan Pengungsian

    Edi mengakui, desa yang dipimpinnya memang selalu terendam banjir pasang air laut. Untuk menghindari rendaman banjir, Bupati Indramayu Anna Sophanah sudah menawarkan opsi relokasi untuk warga. “Tapi warga menolak,” kata Edi.

    Yang terpenting saat ini, Edi melanjutkan, pihak berwenang segera melakukan pengerukan dua sungai besar yang ada di desa mereka, yakni Sungai Ciperawan dan Cilalang. Tingkat sedimentasi di kedua sungai tersebut sudah sangat tinggi, sehingga sungai tidak bisa menampung air dalam jumlah yang banyak jika hujan deras turun. “Juga harus ditambah saluran pembuangan yang menuju langsung ke laut,” kata Edi.

    SimakBengawan Solo Kembali Meluap, Bojonegoro Dikepung Banjir

    Selain menggenangi rumah warga, banjir rob merendam semua sekolah yang ada di desa tersebut. Di antaranya SDN 1 Eretan Wetan, SDN Eretan Wetan 2, dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ikhlas. Para siswa di sekolah itu pun harus diliburkan.

    Banjir juga menggenangi fasilitas perkantoran. Salah satunya Markas Komando Pangkalan Kapal Patroli Satpol Air Polda Jawa Barat yang terletak di Jalan KUD Misaya Mina Eretan Wetan. Tapi, sekalipun tergenang, aktivitas pelayanan terhadap nelayan di Mako tersebut tetap berjalan seperti biasa. “Anggota kami tetap standby di pos pangkalan kapal,” kata Komandan Kapal VIII-1006 Direktorat Kepolisian Perairan Polda Jawa Barat Brigadir Masnudin.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.