Kunjungi JK, Ulama Afganistan Belajar Perdamaian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Afghanistan melakukan salat jenazah di pemakaman bagi korban bentrokan di Kunduz, Afghanistan, 4 November 2016. Bentrokan ini terjadi pada Kamis malam. REUTERS/Nasir Wakif

    Afghanistan melakukan salat jenazah di pemakaman bagi korban bentrokan di Kunduz, Afghanistan, 4 November 2016. Bentrokan ini terjadi pada Kamis malam. REUTERS/Nasir Wakif

    TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan ulama Afganistan, Selasa, 13 Desember 2016. Mereka berharap bisa belajar meningkatkan perdamaian dan rekonsiliasi dari pengalaman Indonesia.

    ”Kami berdiskusi untuk meningkatkan perdamaian dan rekonsiliasi di Afganistan,” kata penasihat Badan Eksekutif Dewan Perdamaian Tinggi Afganistan, Abdul Hakeem Mujahid, seusai pertemuan di kantor Wakil Presiden, Jakarta.

    Hakeem mengatakan Indonesia punya pengalaman luar biasa dalam menjaga harmoni di tengah keragaman. Dia berharap pengalaman itu bisa dipelajari untuk mengembalikan perdamaian di Afganistan.

    Duta Besar Afganistan untuk Indonesia, Roya Rahmani, yang ikut dalam pertemuan, menyatakan pertemuan dengan Kalla adalah untuk belajar dari pengalaman Indonesia dalam menciptakan perdamaian. Delegasi Afganistan pun membagikan pengalamannya. “Sayangnya, (pengalaman) kami punya sejarah konflik yang panjang dengan sejumlah faktor.”

    Selain soal perdamaian, pertemuan dengan Kalla membicarakan upaya peningkatan kerja sama perdagangan dan ekonomi kedua negara. Roya mengatakan pihaknya berkeinginan meningkatkan hubungan itu dengan Indonesia. “Kedua belah pihak bekerja bersama meningkatkan peluang bisnis dan investasi,” kata Roya.

    AMIRULLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.