Pemerintah Kembali Bebaskan 2 WNI dari Kelompok Abu Sayyaf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi usai rapat terbatas di Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat, 11 November 2016. TEMPO/ YOHANES PASKALIS

    Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi usai rapat terbatas di Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat, 11 November 2016. TEMPO/ YOHANES PASKALIS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah membebaskan dua warga Indonesia, yang merupakan anak buah kapal (ABK) TB Charles, dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina pada Senin, 12 Desember 2016. Kedua ABK tersebut adalah Robin Piter asal Samarinda dan Muhamad Nasir asal Sulawesi Selatan.

    "Pembebasan ini adalah hasil diplomasi total yang melibatkan berbagai elemen pemerintahan selama enam bulan terakhir," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di India dalam keterangan tertulisnya, Senin.

    Sebelumnya, kedua WNI tersebut direncanakan akan diserahkan langsung oleh Komandan Wesmincom kepada Duta Besar Indonesia di Manila. Retno menambahkan, dengan dibebaskannya dua WNI ini, berarti seluruh ABK TB Charles telah bebas.

    Pada 7 Agustus 2016, dua ABK bernama M. Sofyan dan Ismail berhasil kabur. Sementara pada 1 Oktober, tiga ABK lain bernama Edi Suryo, M. Mahbur Dahri, dan Ferry Arifin juga berhasil dibebaskan. "Sehingga total tujuh ABK TB Charles telah bebas," katanya.

    Kendati demikian, saat ini masih ada lima WNI yang masih berada di tangan penyandera. Mereka adalah nelayan yang bekerja di kapal-kapal ikan berbendera Malaysia dan di culik pada periode November-Desember 2016.

    INGE KLARA

    Baca:
    Tumbangkan Tottenham, Mourinho: Ini Untuk Fellaini
    Kisah George Aditjondro Ikut Doktor di Cornell Tanpa Ijazah
    Sidang Ahok, PN Jakarta Utara Izinkan TV Siaran Langsung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.