Bom Bekasi, Calon 'Pengantin' Wanita Diduga Tidak Hanya Satu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • jamesclar.com

    jamesclar.com

    TEMPO.CO, Lamongan - Bekas kombatan Afganistan, Moro, dan Ambon, Ali Fauzi, 46 tahun, menduga masih banyak jumlah calon pengantin bom perempuan yang siap beraksi. "Ya, puluhan lah," ujar Ali pada Tempo dalam sebuah acara di Kota Lamongan, Senin, 12 Desember 2016.

    Menurut Ali, calon pengantin bom perempuan adalah fenomena baru di Indonesia. Sebab, selama ini, para pelaku peledakan bom di negeri ini adalah laki-laki. Karena itu, fenomena calon pengantin bom perempuan akan menjadi bahasan menarik. "Saya bilang ini fenomena baru," katanya.

    Ali menduga masih banyak calon pengantin bom perempuan yang siap sedia. Setidaknya, mereka siap jika ada permintaan untuk kasus-kasus peledakan. Ali menuturkan, meski sudah ada satu calon pengantin bom perempuan yang ditangkap, tidak ada jaminan teror akan berhenti. "Masih banyak yang siap,” tutur Ali.

    Terkait dengan pencegahan, Menurut Ali, perlu ada kerja sama antarlembaga pemerintah. Dia mencontohkan, misalnya, untuk program deradikalisasi tidak hanya tanggung jawab Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT), melainkan lembaga lain, seperti Kementerian Agama untuk membantu meredam aksi-aksi terorisme dan ekstremisme.

    Alasannya, kata Ali, Kementerian Agama memiliki kapasitas untuk berdialog soal ideologi dan pemikiran yang bersifat pendalaman keyakinan.

    Sebelumnya, seorang wanita ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, RT 4 RW 9, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu, 10 Desember 2016, sekitar pukul 15.50 WIB. Wanita tersebut diduga sebagai calon pelaku bom bunuh diri.

    SUJATMIKO

    Baca Pula
    Heboh Harbolnas 1212, Kenapa YLKI Minta Konsumen Waspada?
    KPI: Sidang Ahok Akan Tertutup ketika Saksi Ahli Bersaksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.