BNPB Percepat Pendataan Pengungsi Gempa Aceh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang ikan melayani pembeli di Pasar Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, 10 Desember 2016. Aktifitas jual beli di pasar berangsur normal pasca gempa 6,5 SR pada Rabu (7/12) lalu dan menghancurkan beberapa bangunan di kawasan tersebut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pedagang ikan melayani pembeli di Pasar Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, 10 Desember 2016. Aktifitas jual beli di pasar berangsur normal pasca gempa 6,5 SR pada Rabu (7/12) lalu dan menghancurkan beberapa bangunan di kawasan tersebut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pendataan pengungsi korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan percepatan ini adalah perintah Presiden Joko WIdodo agar pembangunan kembali bisa dilakukan secepatnya.

    "Data dampak bencana harus secepatnya dituntaskan. Kalau tidak ada database yang valid, kita sulit untuk selesaikan pekerjaan ini. Salah satunya jumlah pengungsi," kata Willem melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 12 Desember 2016.

    Menurut Willem, penentuan pengungsi harus diverifikasi dengan kecocokan nama dan tempat tinggal untuk penerimaan bantuan.

    "Bantuan selanjutnya adalah bantuan stimulus pembangunan rumah. Kita menunggu pendataan rumah selesai," kata dia.

    Deputi Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB, kata dia, akan menurunkan tim untuk menghitung kerugian, kerusakan, dan biaya untuk pemulihan pasca gempa.

    Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi mengatakan data kerusakan infrastruktur, rumah, ruko, dan fasilitas umum belum diterima secara sempurna. Menurut dia, data kerusakan tersebut diperlukan untuk rencana pemberian bantuan stimulan pemerintah.

    Said, yang juga menjadi Komandan Satgas Tanggap Darurat, meminta jajarannya mencermati lonjakan pengungsi. Akibatnya, kata Said, pihaknya mengambil langkah untuk menyalurkan logistik langsung ke setiap desa sesuai jumlah jiwa.

    "Bantuan yang disalurkan disepakati untuk kebutuhan pokok, beras, minyak goreng, telor, dan gula. Kami sepakati untuk membuat rekap kebutuhan selama 7 hari,” ujarnya.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pengungsi terus bertambah ke posko utama. Tercatat, jumlah pengungsi 83.838 orang tersebar di 124 titik. Pengungsi tersebut berasal dari Pidie Jaya sebanyak 82.122 orang di 120 titik dan 1.716 orang di 4 titik di Kabupaten Bireuen.

    Sementara kerusakan fisik akibat gempa meliputi 11.668 unit rumah, 61 unit mesjid, 94 unit meunasah, 161 unit ruko, 10 unit kantor pemerintahan, dan 16 unit fasilitas pendidikan.

    "Pendataan detail masih terus dilakukan petugas di lapangan," kata Sutopo. Sebanyak 101 orang meninggal akibat gempa, dan 94 di antaranya berhasil diidentifikasi.

    ARKHELAUS W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.