Gempa Pidie Jaya, Masyarakat Gayo Kirim Sayur dan Buah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang melayani pembeli di Pasar Meureudu yang masih dikelilingi reruntuhan bangunan akibat gempa di Pidie Jaya, Aceh, 10 Desember 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pedagang melayani pembeli di Pasar Meureudu yang masih dikelilingi reruntuhan bangunan akibat gempa di Pidie Jaya, Aceh, 10 Desember 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Masyarakat di dataran tinggi Gayo dan Pemerintah Aceh Tengah kembali menyalurkan bantuan untuk korban gempa di pengungsian Pidie Jaya. Kali ini yang dikirim adalah sayuran dan buah-buahan. Dataran tinggi Gayo dikenal sebagai daerah penghasil kopi dan sayur mayur.

    Dua truk sayuran dan buah-buahan serta uang sebesar Rp 90 juta, diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas Bupati Aceh Tengah, Alhudri kepada Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas, kemarin. Beberapa camat dan kepala desa di Aceh Tengah turut mendampingi dalam erah terima bantuan tersebut.

    "Kami mewakili masyarakat Aceh Tengah turut berduka dan selain menyampaikan bantuan juga untuk menyemangati masyarakat Pidie Jaya," kata Alhudri, Ahad, 11 Desember 2016 di pendopo bupati Pidie Jaya.

    Menurut Alhudri, apa yang menimpa masyarakat Pidie Jaya dan sekitarnya juga pernah dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tengah ketika Gempa Bumi berkekuatan 6,2 skala richter pada 2 Juli 2013 lalu.

    Waktu gempa Aceh Tengah, seluruh daerah di Aceh turut membantu, termasuk dari Pidie Jaya. "Karena itu ketika mendengar terjadi musibah gempa, masyarakat Aceh Tengah berbondong-bondong menyumbangkan bantuan yang mayoritas berupa sayuran dan buah-buahan," kata Alhudri, yang juga menjabat Kepala Dinas Sosial Aceh.

    Sebelumnya, Pemerintah Aceh Tengah juga sudah menfirim bantuan alat berat di bawah koordinasi BPBD Aceh Tengah. Selain itu juga dibuka dapur umum di posko pengungsian.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho merilis, pengungsi telah mencapai 45.326 orang. Gempa 6,5 skala richter yang terjadi Rabu Shubuh lalu juga mengakibatkan 101 orang meninggal dan ratusan bangunan roboh.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.