Istana Diincar Teroris, Ini Kata Presiden Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga dnegan senjata lengkap di dekat toko milik terduga teroris Nur Solihin di Sukoharjo, Jawa Tengah, 11 Desember 2016. Nur merupakan jaringan bom panci yang ditangkap di Bekasi. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Polisi berjaga dnegan senjata lengkap di dekat toko milik terduga teroris Nur Solihin di Sukoharjo, Jawa Tengah, 11 Desember 2016. Nur merupakan jaringan bom panci yang ditangkap di Bekasi. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo tak heran perihal rencana empat teroris Bekasi yang hendak melakukan teror bom di depan Istana Kepresidenan. Menurut dia, teroris tak memiliki preferensi khusus dalam melakukan atau memilih tempat teror.

    "Saya lihat teroris itu tidak memilih-milih tempat. Semuanya pernah," ujar Presiden Joko Widodo saat dicegat di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor seusai perayaan Maulid Nabi Muhammad, Ahad, 11 Desember 2016.

    Jokowi mengatakan bahwa hampir semua bentuk ruang publik sudah pernah diserang teroris. Ia berkata, jalan sudah pernah diserang teroris, seperti insiden bom Sarinah yang terjadi Januari lalu. Hotel pun sudah pernah menjadi target juga, kata Presiden Joko Widodo, seperti insiden Bom J.W. Marriott pada 2008.

    "Gereja pernah, masjid pernah, hotel pernah, jalan pernah, kedutaan pernah, apa pun itu," ujar Presiden Joko Widodo.

    Karena hampir semua tempat sekarang bisa diincar teroris, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah dan masyarakat harus makin waspada akan ancaman terorisme. Ia pun meminta aparat penegak hukum dan masyarakat bekerja sama membasmi dan mencegah terorisme.

    Menurut dia, tanpa dukungan masyarakat, akan mustahil bagi penegak hukum memberantas terorisme di Indonesia. Karena itu, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat jangan ragu melaporkan aktivitas-aktivitas yang dicurigai akan berujung pada aksi teror.

    "Terorisme masih ada, bergerak di antara kita. Saya minta masyarakat aktif. Jangan ada ruang sekecil apa pun untuk terorisme di Indonesia," ujarnya.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Sabtu lalu, Densus 88 Antiteror berhasil menangkap empat warga Bekasi yang dikabarkan akan melakukan serangan bom bunuh diri di depan Istana Kepresidenan pada Ahad ini saat proses pergantian jaga Istana Kepresidenan. Keempat orang yang telah dinyatakan sebagai tersangka itu berinisial MNS, S, AS, dan DYN.

    Adapun bom yang akan mereka gunakan, menurut Kepolisian, berjenis high explosive. Hal itu karena berat bom mencapai 3 kilogram dan memiliki jangkauan pengaruh ledak hingga 300 meter dari pusat ledakan.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.