Mengenang Marie Muhammad dan Pembredelan Tempo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rumah duka mantan Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 11 Desember 2016. Tempo/Rezki A

    Suasana rumah duka mantan Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 11 Desember 2016. Tempo/Rezki A

    TEMPO.CO, Jakarta - Almarhum Mar’ie Muhammad mencatatkan sejarah panjang sebagai sosok pejabat yang anti terhadap korupsi di era Orde Baru. Sejarah juga mencatat bahwa ia berada di balik penentangan pembelian kapal perang eks Jerman Timur pada 1994.

    “Mengenang Mar’ie, ingat kasus pembredelan Majalah Tempo pada 1994,” kata Redaktur Senior Tempo, Toriq Hadad mengenang seperti dikutip dari akun Twitternya pada Minggu, 11 Desember 2016. “Tempo menulis pembelian kapal perang eks Jerman Timur yang ditolak Mar’ie.”

    Toriq paham betul bagaimana sikap Mar’ie saat itu atas pembelian kapal bekas yang disebut tak layak pakai tersebut. Toriq mengatakan pria yang biasa disebut Mr. Clean itu tak sepakat uang negara digunakan untuk membeli kapal bekas.

    “Menkeu Mar’ie tak setuju uang negara untuk beli kapal bekas,” tulis Toriq. “Menteri Ristek BJ Habibie sebaliknya. Soeharto anggap Tempo adu domba, dibredel.” Toriq adalah satu di antara wartawan Tempo kala itu yang berhasil mengungkap pembelian kapal bekas tersebut.

    Pembredelan ini dilakukan Orde Baru lantaran Tempo mengupas pembelian 39 kapal perang Jerman Timur. Salah satu kapal, bernama KRI Teluk Lampung dilaporkan tenggelam saat berlayar dari Jerman menuju Indonesia. “Saat itu suhu politik Jakarta sedang hangat karena Menteri Keungan Mar’ie Muhammad menolak harga yang diajukan Menteri Habibie,” tulis Majalah Tempo pada 11 Juni 1994.

    Habibie mengajukan harga US$ 1,1 miliar, kala itu. Dua tahun sebeumnya, harga 39 bangkai kapal tersebut hanya dihargai US$ 12,74 juta atau setara Rp 27,5 miliar dalam rupiah kala itu. Melambungnya harga kapal ini karena alasan perbaikan kapal dan biaya pengiriman kapal.

    Sebelumnya, pada 1992, Fraksi ABRI berkunjung ke Jerman, mengecek kapal yang akan dibeli pemerintah. Anggota Dewan mendapati kapal-kapal itu rongsokan belaka. Ketua Fraksi Abu Hartono masa itu menyebut sebagai besi tua. Waktu itu Habibie mati-matian meyakinkan bahwa kapal-kapal itu masih berfungsi baik.

    Pemberitaan Tempo tersebut membuat situasi politik memanas. Ada kecurigaan pembelian kapal tersebut melibatkan keluarga dan orang dekat Habibie. Presiden Soeharto dalam pidatonya marah besar. Hingga akhirnya, Menteri Penerangan Harmoko masa itu mengusulkan agar Tempo dibredel. Tempo dibredel pada 21 Juni 1994 bersama Detik dan Editor.

    Mar’ie diangkat sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Soeharto pada 17 maret 1993. Pada masa menjabat, ia menolak dana taktis dan anggaran perjalanan dinas yang dinilai terlalu besar. Bahkan selama lima tahun menjadi Menteri Keuangan, pada awal 1997, Indonesia pernah menjadi pelopor di Asia Tenggara dalam bidang perekonomian.

    Kini ia telah berpulang. Mar’ie meninggal pada usia 77 tahun pada Minggu dini hari di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur. Mar’ie menderita sakit paru-paru sejak lama. Keluarga berencana memakamkan jenazah Mr Clean itu pada hari ini juga di TPU Tanah Kusir Jakarta.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.