Pemerintah Ajak Masyarakat Makan Ikan untuk Atasi Gizi Buruk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menunggu pembeli di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pantai Depok, Bantul, DI Yogyakarta, 12 Juni 2016. Sejumlah pedagang menyatakan harga ikan laut naik karena dipicu kurangnya pasokan ikan dari nelayan yang belum melaut karena gelombang tinggi. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Pedagang menunggu pembeli di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pantai Depok, Bantul, DI Yogyakarta, 12 Juni 2016. Sejumlah pedagang menyatakan harga ikan laut naik karena dipicu kurangnya pasokan ikan dari nelayan yang belum melaut karena gelombang tinggi. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Puncak perayaan Hari Ikan Nasional dilakukan di Parkir Timur Senayan, Jakarta, pada Minggu, 11 Desember 2016. Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kantor Staf Kepresidenan meluncurkan #ikanituenak.

    Menurut Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, #ikanituenak merupakan bagian dari upaya pemerintah mengedukasi masyarakat perihal manfaat mengkonsumsi ikan, sekaligus mengajak masyarakat untuk memakan ikan.

    “Diharapkan dapat mengatasi masalah gizi nasional, seperti bayi lahir pendek (stunting) dan obesitas,” kata Nilanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

    Peringatan Hari Ikan Nasional diperingati pada 21 November setiap tahun. Hari Ikan Nasional merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang semakin sehat, kuat, dan cerdas.

    Ikan, kata Nilanto, adalah asupan gizi yang baik karena menjadi sumber protein yang mudah didapat dan dihasilkan di dalam negeri. Ia mengajak masyarakat untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di hulu, seperti penangkapan, budi daya, pengolahan, dan pemasaran ikan.

    Pada 2016, Hari Ikan Nasional mengusung tajuk “Melalui Hari Ikan Nasional, Kita Dukung Kedaulatan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat”.

    Menurut Nilanto, pertimbangan memilih tema tersebut karena pangan dan gizi saling berkaitan dan saat ini masih menjadi isu nasional yang perlu mendapat perhatian seluruh masyarakat.

    ”Ikan sebagai bahan pangan yang mudah diproduksi dalam berbagai skala, bergizi tinggi, tersedia di seluruh Nusantara, diharapkan menjadi solusi, terutama dalam konteks mendukung ketersediaan sumber pangan bergizi yang terjangkau bagi masyarakat,” ujar dia.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.