BUMN Sumbang Rp 9 Miliar untuk Korban Gempa Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang sayuran melayani pembeli di Pasar Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, 10 Desember 2016. Sejumlah pedagang di Pasar Meureudu mulai kembali berjualan pascagempa 6,4 SR pada Rabu lalu. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

    Pedagang sayuran melayani pembeli di Pasar Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, 10 Desember 2016. Sejumlah pedagang di Pasar Meureudu mulai kembali berjualan pascagempa 6,4 SR pada Rabu lalu. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara melakukan koordinasi dengan sejumlah perusahaan BUMN untuk menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp 9 miliar kepada korban gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh.

    Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui program kemitraan dan bina lingkungan BUMN sebagai realisasi dan wujud kerja nyata. "Bantuan BUMN ini kami harapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang tengah ditimpa bencana di Aceh," kata Rini dalam keterangan tertulis Sabtu, 10 Desember 2016.

    Rini menuturkan, BUMN akan membantu dan berpartisipasi dalam tanggap darurat terkait bencana gempa, termasuk rehabilitas pasca gempa. Dalam upaya memberikan kemudahan kepada korban bencana  mendapatkan bantuan, Rini telah menunjuk enam BUMN sebagai koordinator. Yakni  Perum Bulog, PT Pertamina, PT Semen Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, PT Telkom, dan PT Pelabuhan Indonesia I.

    Baca: Gempa Aceh: Pengungsi Butuh Bantuan Tenda

    Pihak yang ditunjuk, kata Rini, langsung mendirikan Posko Kesehatan dan Tanggap Darurat di berbagai lokasi yang tersebar di Pidie Jaya. Adapun bantuan yang disalurkan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan, minuman, pakaian, dan obat-obatan.

    Sementara itu, maskapai nasional Garuda Indonesia, melalui program sinergi BUMN, juga memberikan fasilitas pengangkutan barang atau cargo gratis bagi barang bantuan korban gempa bumi di Aceh. Sejumlah BUMN lainnya juga menurunkan alat berat untuk membantu jalannya evakuasi.

    Selain itu, agar penyaluran tepat sasaran,  BUMN juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.