JK Resmikan Kompleks Pemda Sulawesi Barat Setelah 10 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan dalam acara peresmian proyek-proyek infrastruktur di Kantor Gubernur, Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu 10 Desember 2016. TEMPO/Arkhewis

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan dalam acara peresmian proyek-proyek infrastruktur di Kantor Gubernur, Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu 10 Desember 2016. TEMPO/Arkhewis

    TEMPO.CO, Mamuju - Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan kompleks bangunan pemerintahan daerah Sulawesi Barat dan beberapa proyek infrastruktur, Sabtu, 10 Desember 2016. Kalla meresmikan di tengah guyuran hujan yang turun sejak pagi. 

    Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh mengatakan hujan yang turun adalah berkah bagi masyarakat. "Kepercayaan orang-orang Mandar, kalau ada orang penting, lalu turun hujan, itu berarti berkah. Maka semoga ini berkah," kata Anwar di lapangan kantor Gubernur, Mamuju, Sulawesi Barat.

    Kalla didampingi istrinya, Mufidah Jusuf Kalla, dan beberapa menteri, yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofian Djalil, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said.

    Anwar menuturkan sejak provinsi ini terbentuk pada 2006, Kalla, yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden, adalah peletak batu pertama kompleks gubernur. "Sepuluh tahun berlalu dan beliau masih sebagai wakil presiden, periode kedua," kata Anwar.

    Peresmian ini untuk Anwar sekaligus menutup masa dua periode jabatan sebagai gubernur.  Wakil Presiden Jusuf Kalla menghargai dan mengapresiasi capaian sepuluh tahun Provinsi ke-33 tersebut. Menurut Kalla, daerah ini hanya dikenal sebagai penghasil kopra dan sarung Mandar. "Sekarang lebih baik dari itu. Cokelat paling baik dan terbesar di Indonesia ada di daerah ini," ujar Kalla.

    Kalla berharap capaian positif Sulawesi Barat menjadi contoh pemerintahan berikutnya. Terutama untuk pencapaian dalam sektor pangan. "Dalam keadaan apa pun, tetap orang makin ingin minum kopi dan cokelat," ujarnya. 

    Kalla menilai komoditas pangan tidak akan mengalami penurunan harga meskipun perekonomian dunia memburuk. Meskipun begitu, ia mengingatkan agar masyarakat Sulawesi Barat tetap menjaga lingkungan. "Sawit, karet, batu bara boleh turun, tetapi itu (cokelat) tidak pernah turun, tetapi harus dipelihara," katanya.

    "Hujan itu rahmat, selama menjaga hutan. Selama tidak dijaga, hujan bisa bikin banjir," kata Kalla menambahkan. 

    ARKHELAUS WSINU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.