Tokoh Pesantren dan Aktivis Nilai Ahok Tak Menista Islam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aliansi Masyarakat Sipil untuk Konstitusi menggelar diskusi mengenai kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama yang akan dipersidangkan di Cikini, Jakarta Pusat pada Sabtu, 10 Desember 2016. Tempo/Avit Hidayat

    Aliansi Masyarakat Sipil untuk Konstitusi menggelar diskusi mengenai kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama yang akan dipersidangkan di Cikini, Jakarta Pusat pada Sabtu, 10 Desember 2016. Tempo/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil untuk Konstitusi (AMSIK) menganggap calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tak berniat menistakan agama. Mereka menganggap ada sekelompok elite politik dan organisasi Islam garis keras yang memprovokasi kasus dugaan penistaan Surat Al-Maidah ayat 51.

    "Saya berulang kali meneliti rekamannya, di mana titik penistaan agama, saya juga umat Islam," kata pengasuh Pondok Pesantren Annizhomiyyah Banten, Neng Dara Affiah, saat diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 10 Desember 2016. Sebagai pemeluk Islam, ia sama sekali tak merasa Ahok menistakan agamanya.

    Baca:
    Alasan Lesbumi NU Pecat Ahmad Dhani Dibeberkan
    Kontras Desak Kapolda Usut Kasus Penyiksaan di Halmahera

    Neng Dara Affiah menganggap masyarakat diprovokasi oleh kepentingan politik dan kelompok Islam garis keras agar menjatuhkan Ahok. Neng mengatakan demonstrasi yang berlangsung tiga kali tersebut hanya mempertontonkan jumlah. "Bukan kualitas diri dan nuraninya."

    Menurut Neng Dara Affiah, ada gerakan penghasutan yang dilakukan oleh sejumlah kelompok. Hal ini dapat mencederai hukum di Indonesia. Karena itu meminta, hukum dapat ditegakkan seadil-adilnya untuk Ahok. "Proses hukum harus benar-benar berorientasi pada keadilan," ucapnya.

    Ketika nanti hakim membebaskan Ahok, dia meminta agar massa legawa dan menerima putusan hukum. Dia juga melihat saat ini ada umat Islamphobia terhadap beberapa hal. "Ulama harus menenangkan dan mendidik masyarakatnya, negara kita mau jadi apa kalau ini dikafirkan, ini dikriminalisasi."

    Aktivis Mochamad Monib juga senada dengan Neng. Ia mengatakan demonstrasi besar-besaran pada 212 dan sebelumnya adalah buah dari kesuksesan memobilisasi massa. "Karena ada kesuksesan membangun opini publik," ucapnya.

    Menurut dia, sebagian besar masyarakat juga belum mengetahui persis isi rekaman pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu tentang Al-Maidah ayat 51. Justru tuduhan penistaan agama terhadap Ahok adalah subyektivitas yang kemudian diyakini bersama.
     
    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.