Dua Pekan Setelah Jatuh, Pilot Heli TNI Ditemukan Selamat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter Bell 412 milik TNI AD yang akan melakukan pemantauan lokasi hilangnya pesawat Air Asia terbang dari Lanud Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Senin 29 Desember 2014. Kodam XII/Tanjungpura bergabung dengan Lanud Supadio dan Basarnas Pontianak untuk melakukan pencarian pesawat Air Asia QZ8501 di wilayah Kalbar dan Kalteng. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang.

    Helikopter Bell 412 milik TNI AD yang akan melakukan pemantauan lokasi hilangnya pesawat Air Asia terbang dari Lanud Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Senin 29 Desember 2014. Kodam XII/Tanjungpura bergabung dengan Lanud Supadio dan Basarnas Pontianak untuk melakukan pencarian pesawat Air Asia QZ8501 di wilayah Kalbar dan Kalteng. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang.

    TEMPO.CO, Jakarta – Pilot helikopter milik TNI Angkatan Darat yang jatuh di Malinau, Kalimantan Utara, pada Kamis, 24 November 2016, ditemukan oleh warga di antara Desa Long Sulid ke Desa Long Berang, dalam keadaan selamat.

    “Ditemukan oleh masyarakat di dekat sungai,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah, saat dihubungi Tempo, Jumat, 9 Desember 2016.

    Pilot yang bernama Letnan Satu CPN Yohanes Syahputra itu ditemukan selamat pada Kamis, 8 Desember 2016, sekitar pukul 15.20 WIB. Kondisi dia saat ditemukan luka-luka di tangan, kaki, dan pinggang.

    Pesawat ini mengangkut empat orang, termasuk Kapten Yohanes. Tiga penumpang lain ditemukan tewas pada 29 November 2016. Ketiga korban tersebut adalah Letnan Satu Ginas Sasmita Aji, Sersan Satu Bayu Sadeli Putra, dan Prajurit Kepala Suyanto. 

    Fadhilah menjelaskan, lokasi ditemukannya Yohanes masih di dalam hutan. Rencananya, kata dia, hari ini Yohanes dievakuasi dengan angkutan udara. “Karena lewat darat tidak bisa pakai kendaraan, harus berjalan kaki sekitar 7-8 jam,” ujarnya.

    Helli Bell 412 EP milih TNI Angkatan Darat terjatuh saat perjalanan dari Bandar Udara Juwata Tarakan ke Long Bawan, Malinau, Kalimantan Utara. Helikopter itu hendak mengirim logistik pasukan pengamanan di daerah perbatasan RI-Malaysia. Kendaraan tersebut sempat kehilangan kontak hingga akhirnya jatuh.

    REZKI ALVIONITASARI | NOFIKA DIAN NUGROHO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.