SMA/SMK di Jabar Berkonsep Sekolah Adiwiyata

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SMA/SMK di Jabar Berkonsep Sekolah Adiwiyata

    SMA/SMK di Jabar Berkonsep Sekolah Adiwiyata

    INFO JABAR - Sekolah setingkat SMA/SMK akan menerapkan konsep Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) atau Sekolah Adiwiyata pada 2018 mendatang. Hal itu terkait dengan program swakelola sekolah tingkat SMA/SMK oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat Anang Sudarna Mengatakan, SBL merupakan sekolah yang menerapkan konsep pelestarian dan kepedulian terhadap lingkungan dalam aktivitas sehari-hari. Pendidikan lingkungan akan menjadi fokus kegiatan sekolah untuk mewujudkan warga sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup.

    "Tujuan Sekolah Adiwiyata ini untuk mewujudkan warga sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup sehingga akan muncul generasi baru yang mempunyai wawasan atau berbudaya lingkungan," ujar Anang dalam acara sosialisasi Gerakan Citarum Bestari (Bersih, Sehat, Indah, dan Lestari) yang digelar di PT East Jakarta Industrial Park (EJIP), Kabupaten Bekasi, Kamis, 8 December 2016.

    Menurut dia, esensi dari Sekolah Berbudaya Lingkungan adalah menanamkan budaya atau kebiasaan para siswa dan warga sekolah lain untuk mencintai lingkungan. Hal-hal kecil yang ingin diterapkan dalam SBL, seperti kebiasaan membawa bekal minum ke sekolah dengan menggunakan botol air minum atau tidak meminum air dalam kemasan yang bisa menghasilkan sampah, membersihkan lingkungan sekolah atau WC tidak menggunakan jasa kebersihan (cleaning service), serta kegiatan lain.

    Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh sekolah yang menerapkan SBL, di antaranya bisa meningkatkan penilaian mutu atau kualitas sekolah. Selain itu, lingkungan sekolah pun akan lebih bersih dan nyaman, meningkatkan kesadaran dan gotong royong warga sekolah untuk membersihkan lingkungan sekolah, termasuk WC, dan lain-lain.

    “Selama ini, program Adiwiyata merupakan program pilihan. Kami sudah mengusulkan kepada Pak Gubernur dan Pak Wagub, ke depan, kita harus wajibkan ini (SBL) secara bertahap,” kata Anang.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menambahkan, SBL merupakan program pembinaan warga sekolah, terutama para murid dan guru, agar kebersihan lingkungan sekolah menjadi sebuah budaya. Program ini juga terkait dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mempercepat program Gerakan Citarum Bestari (Bersih, Sehat, Indah, dan Lestari).

    Acara sosialisasi ini digelar sebagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat program Gerakan Citarum Bestari. Pemerintah Provinsi melalui Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat melakukan kegiatan sosialisasi kepada para camat, kepala desa, guru/kepala sekolah, dan pimpinan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Bekasi.

    "Non-struktural dan kultural adalah urusan kita dan pemerintah daerah. Termasuk pendidikan, jadi sejak anak-anak, kita beri kesadaran bagaimana berbudaya lingkungan. Ini kultural dan kultural tidak bisa berhenti, kita harus lakukan sepanjang masa," kata Deddy. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.