Polda Metro Belum Siapkan Personel Pengamanan Sidang Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar (tengah) bersama Karo Penmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Rikwanto (kanan) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol RP Argo Yuwono memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, 3 Desember 2016. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar (tengah) bersama Karo Penmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Rikwanto (kanan) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol RP Argo Yuwono memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, 3 Desember 2016. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi belum memastikan jumlah personel yang akan bertugas mengamankan sidang perdana Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa, 13 Desember 2016 mendatang.

    "Kami masih mendata jumlah personel. Kami sesuaikan juga dengan tingkat kerawanan karena  tempat pelaksanaan sidang juga belum ada kepastian," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 8 Desember.

    Selain memperhatikan kerawanan, polisi perlu mempertimbangkan potensi kerawanan di daerah sekitar lokasi sidang, seperti kemacetan. "Kami memprediksi akan ada banyak masyarakat yang melihat, tentu kami harus punya pengamanan ekstra," katanya.

    Terkait dengan lokasi persidangan, Argo mengatakan pihaknya belum mendapatkan kepastian dari pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. "Itu mutlak wewenang pengadilan untuk menggelar sidang di mana, termasuk mengalihkan. Tentu, pihak kepolisian siap mengamankan," kata Argo.

    Argo menuturkan Polda Metro Jaya berharap lokasi persidangan dilakukan di tempat yang tidak terlalu dekat dengan pusat pemerintahan dan perekonomian. Sebab, lokasi-lokasi tersebut bisa berpotensi macet dan mengganggu masyarakat lain.

    "Sentra perekonomian dan pusat pemerintahan harus diamankan juga. Jangan sampai terganggu karena kemacetan, misalnya, karena banyaknya pengunjung," ujar Argo.

    Awalnya, sidang Ahok akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Namun, karena gedung PN Jakarta Utara sedang direnovasi, sidang dijadwalkan di gedung PN Jakarta Pusat yang lama di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

    Dalam sidang tersebut, nantinya, lima hakim telah disiapkan, yaitu Dwiarso Budi Santiarto selaku ketua majelis hakim. Selain itu, empat orang lain, yaitu Jupriyadi, Abdul Rozak, Joseph V. Rahantoknam, dan I Wayan Wirjan selaku anggota majelis hakim.

    Pada 16 November 2016 lalu, Ahok ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penistaan Agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51.
     
    INGE KLARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.