Bencana Tanah Longsor di Kepulauan Mentawai, 3 Orang Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi longsor. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Ilustrasi longsor. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Padang - Tiga warga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, ditemukan meninggal, Kamis, 8 Desember 2016. Mereka tertimbun material tanah longsor yang menimpa rumahnya di Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan.

    Tiga korban meninggal itu merupakan satu keluarga yang terdiri atas istri dan dua orang anak. Mereka ialah Orlina, 40 tahun, Bora (8), dan Brandon (9). Sedangkan suaminya, Judi, 40 tahun, ditemukan selamat. "Tanah longsor menimbun satu rumah. Tiga orang meninggal dan satu orang selamat," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mentawai Nurdin saat dihubungi Tempo.

    Menurut dia, bencana tanah longsor tersebut dipicu oleh hujan lebat yang melanda kawasan itu sejak satu pekan ini. Material tanah longsor yang berupa tanah dan kayu menimpa rumah korban yang berada di lereng perbukitan. Nurdin mengatakan longsor yang terjadi sekitar pukul 4.00 WIB itu baru diketahui pada siangnya. Sebab, di lokasi bencana tidak ada jaringan telepon. "Kami baru tahu siang ini, karena jauhnya lokasi dan sulitnya berkomunikasi. Tapi anggota yang berada di daerah tersebut sudah melakukan proses penanganan dan evakuasi," ujarnya. 

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi curah hujan di sebagian kawasan di Sumatera Barat masih tinggi. Terpantau terdapat awan hitam hujan di wilayah arah barat sepanjang pesisir Sumatera Barat. "Mentawai masih sangat berpotensi hujan lebat," ujar Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padang Pariman Budi Iman Samiaji.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.