Kasus Suap Saiful Jamil, Rohadi Divonis Kurungan 7 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus suap di PN Jakarta Utara, Rohadi mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 16 Juni 2016. Rohadi selaku Panitera pengganti PN Utara yang menangani kasus pencabulan anak dibawah umur dengan tersangka pedangdut Saipul Jamil tersebut diduga menerima suap Rp 250 juta dari pihak Saipul Jamil. Sementara komitmen fee untuk vonis ringan ini diduga Rp 500 juta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tersangka kasus suap di PN Jakarta Utara, Rohadi mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 16 Juni 2016. Rohadi selaku Panitera pengganti PN Utara yang menangani kasus pencabulan anak dibawah umur dengan tersangka pedangdut Saipul Jamil tersebut diduga menerima suap Rp 250 juta dari pihak Saipul Jamil. Sementara komitmen fee untuk vonis ringan ini diduga Rp 500 juta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan hukuman kepada Rohadi, panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara, selama 7 tahun penjara dalam kasus suap untuk meringankan vonis Saipul Jamil dalam kasus asusila. Hakim juga menjerat Rohadi dengan denda Rp 300 juta disertai subsider 3 bulan kurungan.

    “Terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” kata ketua majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Sumpeno, di Pengadilan Tipikor, Kamis, 8 Desember 2016. Vonis terhadap Rohadi lebih rendah dibanding tuntutan jaksa, yaitu 10 tahun.

    Majelis hakim memberikan kesempatan kepada Rohadi untuk mengajukan permohonan banding atas putusan tersebut. Sumpeno menawarkan hal itu kepada Rohadi agar mempertimbangkan putusan selama satu pekan mendatang. Namun tawaran majelis hakim tak disambut Rohadi.

    Rohadi dengan suara seraknya memutuskan dengan cepat menerima hasil putusan majelis hakim. “Saya bersalah dan saya menerima,” kata Rohadi.

    Rohadi lalu bergegas meninggalkan ruangan sidang. Belasan jurnalis dari media massa mencoba mendesak Rohadi agar menjelaskan alasan menerima putusan majelis hakim. Namun Rohadi tetap diam tanpa berucap satu kata. Ia kemudian turun dari lantai dua ruang sidang dan menuju halaman parkir Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

    Anggota majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, John Halasan Butar-Butar, mengatakan Rohadi telah terbukti meminta uang kepada pengacara Saipul Jamil. Rohadi terbukti menerima suap total Rp 300 juta.

    DANANG FIRMANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.