Wali Kota Pematang Siantar Terpilih, Hulman Sitorus, Wafat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peti jenazah. deathandtaxesmag.com

    Ilustrasi peti jenazah. deathandtaxesmag.com

    TEMPO.COMedan - Wali Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, terpilih, Hulman Sitorus, meninggal sekitar pukul 04.00, Kamis, 8 Desember 2016. Hulman, yang juga Wali Kota Pematang Siantar periode 2010-2015, meninggal karena sakit.

    Penjabat Wali Kota Pematang Siantar Anthony Siahaan mengatakan, saat bertemu di acara gereja Katolik di Pematang Siantar, Ahad lalu, Hulman dalam kondisi sehat. "Beliau sehat saat kami bertemu. Bahkan beliau banyak bercanda dan menanyakan perkembangan pembangunan Siantar," kata Siahaan kepada Tempo.

    Dari informasi yang diterima Siahaan, Hulman Sitorus mengembuskan napas terakhirnya karena penyakit jantung. "Yang saya terima kabar kematian Pak Hulman akibat sakit jantung. Saya masih di Surabaya dan akan ke Siantar siang ini," tutur Siahaan.

    Ketua Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara Mulia Banurea mengatakan pihaknya belum bisa bersikap atas meninggalnya wali kota terpilih itu. "KPU akan menyampaikan kabar dukacita ini ke KPU Pusat. Hal-hal mengenai pengumuman dan pelantikan Hulman yang terpilih akan dikonsultasikan ke KPU Pusat," ujar Mulia.

    Pasangan Hulman Sitorus-Koni Siregar terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematang Siantar periode 2010-2015. Pasangan ini mengalahkan sembilan calon lainnya, termasuk calon inkumben saat itu.

    Pada pilkada Pematang Siantar yang pelaksanaannya tertunda hampir setahun, KPU Pematang Siantar mengumumkan kemenangan pasangan Hulman Sitorus-Hefriansyah, yang diusung Partai Demokrat, dengan perolehan 59.401 suara. Pasangan dengan nomor urut 2 ini mengalahkan pasangan calon nomor urut 1 Sujito-Djumadi (4.046 suara), pasangan calon nomor urut 3 Teddy Robinson Siahaan-Zainal Purba (18.836 suara), dan pasangan calon nomor urut 4 Wesly Silalahi-Sailanto dengan 25.609 suara.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.