Acara Natalan Dibubarkan, Masjid Salman ITB Bereaksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan panitia menyanggupi pembatalan acara kebaktian Natal di Sabuga setelah di demo para pengunjuk rasa, di Bandung, 6 Desember 2016. Acara ini dianggap tidak berizin dan melanggar aturan oleh pihak pengunjuk rasa. TEMPO/Prima Mulia

    Perwakilan panitia menyanggupi pembatalan acara kebaktian Natal di Sabuga setelah di demo para pengunjuk rasa, di Bandung, 6 Desember 2016. Acara ini dianggap tidak berizin dan melanggar aturan oleh pihak pengunjuk rasa. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Pembina Masjid (YPM) Salman Institut Teknologi Bandung menyesalkan pembubaran kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, pada Selasa, 6 Desember 2016.

    “Kami menyesalkan upaya menghalangi kebebasan beribadah dan mengimbau semua pihak menghormati kebebasan itu," ujar Ketua Umum YPM Salman ITB Syarif Hidayat dalam keterangan pers, Kamis, 8 Desember 2016.

    BacaAcara Natal Dibubarkan, Projo Minta Pelaku Ditindak Tegas

    Menurut Syarif, hak beribadah dan menjalankan ajaran agama apa pun di Indonesia dijamin Undang-Undang Dasar 1945. Tata tertib pelaksanaan ibadah di ruang publik, ucap dia, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah. "Umat beragama diimbau menghormati wewenang itu," tuturnya.

    SimakAnsor NU Kecam Intimidasi Acara Natal oleh Ormas Islam

    Kegiatan KKR di Sabuga mendapatkan penolakan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam di Bandung. Menurut keterangan pers Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Reny Marthaliana, ormas yang menolak antara lain Pembela Ahlu Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Islam (DDI).

    Dari kronologi yang dijelaskan Reny, diketahui bahwa massa yang terdiri atas sekitar 75 orang dari ormas Islam itu mulai mendatangi lokasi acara pada Selasa, 6 Desember 2016, pukul 13.00 WIB. Mereka sempat melakukan orasi di depan tempat acara.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.