Jaksa Penerima Suap Rp 1,5 Miliar Segera Diadili  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jaksa. Dribble.com

    Ilustrasi jaksa. Dribble.com

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Didik Farkhan mengatakan jaksa tersangka kasus suap, Achmad Fauzi, dipindahkan dari rumah tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Sidoarjo.

    Pemindahan Fauzi dilakukan pada Selasa, 6 Desember 2016. "Ya, sudah dibawa ke Sidoarjo sejak tadi pagi," kata Didik ketika dihubungi Tempo, Rabu, 7 Desember 2016.

    Didik menuturkan pemindahan Fauzi juga sekaligus penyerahan berkas pemeriksaan serta barang bukti dari Kejaksaan Agung ke Kejaksaan Negeri Surabaya. "Istilahnya penyerahan tahap dua," katanya.

    BacaKorban Gempa Pidie 52 Orang, Sebagian Besar Tinggal di Ruko

    Dengan penyerahan itu, kasus suap Fauzi akan segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya. Mengenai kapan sidangnya digelar, Didik mengaku belum tahu. "Yang jelas, secepatnya akan disidangkan," katanya.

    Sebelumnya, Fauzi terkena operasi tangkap tangan Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). Fauzi diduga menerima suap Rp 1,5 miliar dari salah seorang pembeli tanah kas desa bernama Abdul Manaf.

    BacaRidwan Kamil Sesalkan Intimidasi dalam Kegiatan Kebaktian di Sabuga

    Kepala Subdirektorat Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Yulianto menuturkan Fauzi adalah salah satu anggota tim penyidik kasus penjualan tanah kas Desa Kalimook, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pembeli tanah kas desa itu adalah Abdul Manaf. Fauzi disuap agar tidak menjadikan Manaf sebagai tersangka dalam perkara itu.

    Barang bukti yang disita Tim Saber Pungli adalah uang yang diduga untuk menyuap senilai Rp 1,5 miliar dalam bentuk uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.