Basarnas Temukan 11 Titik yang Diduga Bagian Pesawat Polri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota kepolisian Polda Kepri mengangkat kantong jenazah yang berisikan barang-barang yang diduga milik korban jatuhnya pesawat M28 Skytruck di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Kepulauan Riau, 4 Desember 2016. Pesawat ini membawa 13 personel Polri. ANTARA/M N Kanwa

    Anggota kepolisian Polda Kepri mengangkat kantong jenazah yang berisikan barang-barang yang diduga milik korban jatuhnya pesawat M28 Skytruck di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Kepulauan Riau, 4 Desember 2016. Pesawat ini membawa 13 personel Polri. ANTARA/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Disaster Victim Identification (DVI) Markas Besar Polri Komisaris Besar Anton Castilani mengatakan hasil pemindaian Badan SAR Nasional menemukan 11 titik yang diperkirakan sebagai bagian dari pesawat Polri yang jatuh di perairan Kepulauan Riau. Salah satunya berukuran sekitar 3 x 12 meter.

    “Ada kemungkinan itu bodi pesawat, dan akan dilakukan penyelaman hari ini,” kata Anton saat menyampaikan keterangan dari Kepala Badan SAR Nasional, Selasa, 6 Desember 2016.

    ”Mudah-mudahan dapat ditemukan tubuh korban,” kata Anton. Dalam pencarian tadi pagi, tim SAR belum menemukan jenazah korban lain di perairan Kabupaten Lingga.

    Anton mengatakan korban yang ditemukan pada hari pertama pencarian belum dapat diidentifikasi. Pagi ini, kata dia, sampel DNA akan dikirim ke Laboratorium DNA Kedokteran Kepolisian Jakarta.

    Satu unit pesawat Polri dengan tipe M-28 Sky Truck jatuh di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Sabtu, 3 Desember 2016. Pesawat ini memuat polisi udara yang hendak menjalankan tugas baru di Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan. Pesawat yang dikemudikan oleh pilot Ajun Komisaris Budi Waluyo ini berisi 13 orang, terdiri atas 5 kru pesawat dan 8 penumpang.

    Para kru adalah pilot Ajun Komisaris Budi Waluyo, Ajun Komisaris Eka Barokah dan Ajun Komisaris Tonce Aprianus M selaku co-pilot, serta Brigadir Joko Sujarwo dan Brigadir Dua Mustofa Zahroni.

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga