Wapres Jusuf Kalla Berharap Fungsi Masjid Diperluas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lengan kiri baju koko Wapres Jusuf Kalla terkena noda lumpur saat ikut Salat Jumat pada Demo 212, Jakarta, 2 Desember 2016. TEMPO/Amirullah

    Lengan kiri baju koko Wapres Jusuf Kalla terkena noda lumpur saat ikut Salat Jumat pada Demo 212, Jakarta, 2 Desember 2016. TEMPO/Amirullah

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Rapat Kerja Nasional II Dewan Masjid Indonesia. Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, 5 Desember 2016. Kalla, dalam sambutannya, mengatakan fungsi masjid harus diperluas, tak sekadar untuk kegiatan ibadah. 

    "Bagaimana meningkatkan peran masjid sebagai tempat sosial, pendidikan, dan kesehatan," kata Kalla di Jakarta. Ia menganggap bertambahnya fungsi masjid berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat. 

    Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia menggelar Rakernas II selama tiga hari, 5-7 Desember 2016, di Jakarta. Sasaran utama Rakernas ialah konsolidasi di tingkat pimpinan wilayah. Ada beberapa program unggulan yang tengah ditingkatkan DMI. Salah satunya penataan dan perbaikan akustik atau sound system masjid. 

    Sebagai langkah nyata melebarkan fungsi masjid, DMI akan menggandeng lembaga pemerintah, seperti Badan Nasional Narkotika (BNN), Kementerian Sosial, dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Mereka akan membuat nota kesepahaman. Adapun Rakernas diikuti 150 peserta, yang terdiri atas perwakilan DMI dari 34 provinsi se-Indonesia. 

    Kalla menyatakan masjid bisa menjadi jembatan dengan kegiatan sehari-hari masyarakat. Peluang itu bisa dilakukan karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. "Mudah berhubungan dengan masyarakat karena masyarakat yang mencari masjid," katanya. 

    ADITYA BUDIMAN 

    Baca juga: 
    Sidang Pengadilan Ahok Kamis, 13 Jaksa Siapkan Dakwaan
    Eksklusif: Ini Bukti Sri Bintang Pamungkas Cs Diduga Makar
    Wiranto Sebut Hal Ini Bisa Hentikan Demo Tolak Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.