Keji, Suami Rusak Wajah Istri dengan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan terhadap wanita. Shutterstock

    Ilustrasi kekerasan terhadap wanita. Shutterstock

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Ibu rumah tangga bernama Rafikah Mukti, 27 tahun, tergolek lemah dengan sisi wajah sebelah kiri gosong. Dia korban kebrutalan suaminya, M. Alamsyah, 29 tahun, yang nekat menyiram muka Rafikah dengan air keras.

    “Dia (Alamsyah) minta rujuk, tapi ulun (saya) enggak mau balikan. Dia marah-marah, lalu menyiramkan cairan di botol plastik ke wajah,” kata Rafikah kepada wartawan di Ruang Kumala Kamar 5, Rumah Sakit Umum Daerah Anshari Saleh, Kota Banjarmasin, Senin, 5 Desember 2016.

    Dokter spesialis bedah plastik di RSUD Anshari Saleh, Dharma P. Maluegha, memastikan tim dokter bakal mengoperasi kerusakan wajah Rafikah. Dharma perlu menunggu waktu satu pekan untuk mengevaluasi pemulihan kondisi Rafikah sebelum menggelar operasi. “Kalau memang ada bagian kulit yang dibuang, ya harus dibuang. Harus ada penambalan jaringan kulit baru,” ujar Dharma. 

    BacaHadiri Pernikahan, Anies Bikin Heboh Tamu Undangan

    Peristiwa kekerasan ini terjadi di depan pintu masuk Gang Pinang, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, pada Ahad siang, 4 Desember 2016. Setelah menyiram Rafikah, Alamsyah kabur.

    Rafikah menyatakan sudah pisah ranjang sejak dua pekan terakhir. Pemicunya, Alamsyah mulai kesulitan finansial akibat tidak lagi bekerja sebagai kernet mobil tangki. Rafikah dan Alamsyah baru menikah tiga bulan lalu. Rafikah sudah memiliki satu orang anak hasil pernikahan sebelumnya.

    Rafikah berharap polisi cepat menangkap Alamsyah karena telah menganiayanya. Menurut ibunda korban, Mahmudah, 45 tahun, Alamsyah adalah pria pendiam. Dia menduga faktor ekonomi yang memicu keretakan biduk rumah tangga anaknya. “Baru setengah bulan ini sering cekcok, ya masalah ekonomi lah,” kata Mahmudah. 

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.