Banjir Mempawah, Ribuan Keluarga Masih Mengungsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ilustrasi banjir. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir yang melanda Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, sejak Rabu lalu masih merendam area permukiman warga hingga saat ini. Warga pun belum dapat kembali ke rumah masing-masing.

    "Hingga Ahad pukul 15.00, banjir masih melanda 19 desa di empat kecamatan yang tersebar di Kabupaten Mempawah. Sebanyak 6.758 kepala keluarga (KK) atau 23.775 jiwa terdampak banjir tersebut," kata Sutopo dalam keterangan resminya, Senin, 5 Desember 2016.

    Berdasarkan data BNPB, 6.758 KK tersebut tersebar di Kecamatan Mempawah Timur 4.180 KK atau 17.009 jiwa, Kecamatan Sungai Pinyuh 1.375 KK atau 5.500 jiwa, Kecamatan Sungai Kunyit 368 KK atau 1.182 jiwa, dan Kecamatan Sadanian 21 KK atau 84 jiwa.

    Hingga kini, menurut Sutopo, BNPB masih mendata kerugian material yang diderita akibat banjir tersebut. Sutopo mengatakan, BPBD Kabupaten Mempawah juga tengah mengevakuasi dan telah memberikan bantuan logistik. "Makanan siap saji telah dibagikan kepada masyarakat," ujarnya.

    Banjir di Kabupaten Mempawah diakibatkan meluapnya sungai menyusul hujan dengan intensitas tinggi serta air laut pasang. Saat ini, tinggi muka air mencapai 50-100 sentimeter. Bupati Mempawah telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat atas peristiwa tersebut.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.