Usai Parade Kita Indonesia, Kader Golkar Terlibat Keributan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Golkar, Fayakhun Andriadi, melaporkan Fahd Elfout Arafiq, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar, ke Polda Metro Jaya, Ahad, 4 Desember 2016.

    Fayakhun menuduh Fahd telah memukulinya usai Parade Kita Indonesia yang digelar di Bundaran Hotel Indonesia, tadi pagi.

    "Laporannya dibuat setelah parade itu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi Tempo, Ahad, 4 Desember 2016.

    Kejadian pemukulan itu terjadi di Fountain Cafe, Hotel Grand Hyatt, dekat dengan lokasi parade, sekitar pukul 11.00 WIB. Kejadian itu bermula ketika Fayakhun beristirahat di dalam cafe usai parade. Fahd kemudian menghampiri anggota Komisi I DPR itu dan menegurnya.

    Kemudian, Fahd tiba-tiba mendorong dan memukuli Fayakhun. "Korban mengaku kesakitan di sebelah telinga kiri dan mata kiri," kata Argo. Ia pun melaporkan kejadian itu ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/5948/XII/2016/PMJ/DIT RESKRIMUM.

    Politikus senior Golkar, Yorrys Rawayai, membenarkan adanya keributan di antara dua kader Golkar itu. "Yang tahu itu, ada ribut mulut saja. Namun enggak ada sampai seperti apa yang dikatakan. Saya belum tahu," kata Yorrys saat dikonfirmasi.

    Meskipun begitu, Yorrys mengaku belum mengetahui adanya laporan yang dibuat Fayakhun terhadap Fahd. "Saya belum tahu," kata Yorrys. Argo mengatakan saat ini penyidik dari Ditreskrimum telah mendalami kasus ini

    Baca:
    Dicky Candra Copoti Stiker Kampanyenya di Pos Polisi
    Indonesia Tekuk Vietnam 2-1, Jokowi: Awal yang Sangat Baik
    Chelsea Tekuk Man City 3-1, Ada 4 Kesimpulan Menarik

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.