Pesawat Polri Jatuh, Pilot Bertugas Terbangi 14 Polda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI AL membantu pencarian korban penumpang pesawat milik Polri yang jatuh di Perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, 3 Desember 2016. ANTARA/Lantamal IV Tanjungpinang

    Anggota TNI AL membantu pencarian korban penumpang pesawat milik Polri yang jatuh di Perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, 3 Desember 2016. ANTARA/Lantamal IV Tanjungpinang

    TEMPO.CO, Depok - Pilot kepolisian, Ajun Komisaris Agus Sumaryanto, mengatakan Safran, pilot pesawat Polri yang hilang kontak di Kepulauan Riau, dikenal sebagai sosok yang tegas, keras, disiplin, dan baik.

    Agus merupakan rekan seprofesi Safran, yang pernah bersama di sekolah penerbangan di Curug, Kabupaten Tangerang, pada 1997. Setelah lulus sekolah penerbangan, pria yang berusia 42 tahun itu lolos di Akademi Kepolisian pada 2004 bersamanya.

    "Saya satu angkatan di Curug dan Akpol 2004 bersama Safran. Orangnya sangat disiplin, dan sangat baik," kata Agus di rumah duka di Perumahan Kelapa Dua Residence Nomor A17 Jalan Tugu Raya RT 7 RW 7 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Ahad, 4 Desember 2016.

    Ia mengatakan tugas Safran sebagai pilot selalu keliling ke-14 kepolisian daerah di seluruh Indonesia. Kemarin siang, Safran berangkat dari Pondok Cabe dengan pesawat tipe M-28 Sky Truck yang hilang kontak di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Safran saat itu hendak ditugaskan ke Palembang, Sumatera Selatan.

    "Pesawat dari Pondok Cabe tujuan Pangkal Pinang, Batam, dan Palembang," ujarnya. "Safran naik untuk tujuan Palembang. Saya merasa sangat kehilangan teman yang perhatian," ujar Agus.

    Pilot Kepolisian Pangkalan Udara Pondok Cabe Inspektur Dua Marzuki mengatakan, dari Pondok Cabe telah dikerahkan satu pesawat dan satu helikopter untuk mencari pesawat yang hilang kontak. "Doakan saja yang terbaik. Semoga Safran selamat," ujarnya.

    Sebagai juniornya, Marzuki merasa sosok Safran sebagai senior yang bijaksana. Safran, kata dia, adalah senior yang sangat bertanggung jawab dan menjalankan sesuatu sesuai dengan prosedur.

    "Saya banyak belajar dari Safran. Terutama helikopter yang diajarinya. Orangnya sangat prosedural," ucapnya.

    Baca:
    KPK Punya Temuan Baru Kasus RS Sumber Waras, Ini Kata Djarot
    Sejumlah Perusahaan Dukung Aksi 412, Begini Jawaban Panitia
    Aksi 412 yang Diusung Partai Pemerintah Kantongi Izin Polisi

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.