Parade Kita Indonesia, Warga Bali Datang Peragakan Kesenian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu titik panggung dalam aksi damai Kita Indonesia di Jalan Jendral Sudirman, 4 Desember 2016. Panggung menjadi hiburan bagi masyarakat yang ikut aksi. Tempo/REZA

    Salah satu titik panggung dalam aksi damai Kita Indonesia di Jalan Jendral Sudirman, 4 Desember 2016. Panggung menjadi hiburan bagi masyarakat yang ikut aksi. Tempo/REZA

    TEMPO.CO, Jakarta - Parade Kita Indonesia digelar sepanjang area hari bebas kendaraan bermotor (car free day) di sekitar Jalan Sudirman dan M.H. Thamrin, Ahad, 4 Desember 2016. Parade ini berpusat di Bundaran Hotel Indonesia. Terdapat dua panggung utama berdiri di sini.

    Dari pantauan Tempo di Bundaran HI, massa memadati jalanan melingkar itu. Mereka merupakan campuran dari massa aksi dengan masyarakat yang datang untuk datang rekreasi atau berolahraga.

    Di antara kerumunan massa tampak dua bendera partai, yakni Golkar dan NasDem. Namun ada pula sejumlah massa yang mengenakan pakaian adat Bali, duduk bersila di pinggiran jalan.

    "Kami diberi instruksi untuk datang ke sini (Jakarta) oleh pak bupati," kata Wayan Sudiarte, salah satu peserta aksi yang berasal dari Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karang Asem. Dia mengatakan ada 80 bus yang memberangkatkan rombongan dari Bali.

    Wayan mengatakan warga desanya, yang berangkat ke Jakarta, akan mementaskan kesenian belegajur, khas Bali. Wayan mengatakan ingin menunjukkan kepada Indonesia terkait dengan kebhinekaan di Indonesia.

    Selain ingin menunjukkan rasa persatuan, Wayan mengatakan kesempatan ini digunakannya sekaligus untuk berkunjung ke Jakarta. "Saya dan kebanyakan warga Sidemen belum pernah ke Jakarta," katanya sambil tertawa.

    Wayan mengatakan senang bisa melihat hotel-hotel yang tinggi. Dia juga mengaku senang bisa melihat Monumen Nasional, yang selama ini hanya dilihatnya dari televisi.

    Adapun biaya yang dikeluarkan untuk datang ke sini, tidak ditanggung sendiri. Wayan mengatakan hanya tahu instruksi dari bupati, dan jadwal berangkat bersama dari Bali. "Tidak tahu siapa yang bayar busnya," katanya.

    Wayan dan rombongan kecamatannya tampil dengan pakaian adat khas Bali berwarna putih. Namun beberapa warga Bali lain, tampak mengenakan kaus berlogo Partai NasDem.

    Selain parade kesenian warga Bali, ada pula kesenian reog Ponorogo, tarian daerah, serta pembentangan bendera Merah Putih raksasa di tengah massa.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.