Yusril Ihza Mahendra: Rahmawati Diizinkan Pulang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musikus Ahmad Dhani bersama Rachmawati Soekarnoputri dan Lily Wahid (kiri), memberikan keterangan dalam Gerakan Selamatkan NKRI bersama sejumlah tokoh nasional, di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, 1 Desember 2016. Dalam pernyataan bersama ini mereka menyatakan batal ikut aksi Bela Islam Jilid III dan akan menyerahkan resolusi atau maklumat kepada pimpinan MPR agar segera melakukan sidang istimewa untuk mengembalikan UUD ke UUD 1945 yang asli. TEMPO/Imam Sukamto

    Musikus Ahmad Dhani bersama Rachmawati Soekarnoputri dan Lily Wahid (kiri), memberikan keterangan dalam Gerakan Selamatkan NKRI bersama sejumlah tokoh nasional, di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, 1 Desember 2016. Dalam pernyataan bersama ini mereka menyatakan batal ikut aksi Bela Islam Jilid III dan akan menyerahkan resolusi atau maklumat kepada pimpinan MPR agar segera melakukan sidang istimewa untuk mengembalikan UUD ke UUD 1945 yang asli. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri tidak melanjutkan pemeriksaan di Markas Komando Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok. Dia diizinkan polisi pulang ke rumahnya di Pasar Minggu sekitar pukul 21.30 WIB.

    "Jam 21.30 WIB, Bu Rachmawati sudah meninggalkan Mako Brimob Kelapa Dua dan kembali ke rumah beliau," tulis Yusril Ihza Mahendra di akun Twitter-nya @Yusrilihza_Mhd, Jumat, 2 Desember 2016.

    Yusril menjelaskan, Rachmawati diizinkan pulang karena kesehatannya yang tidak baik. Sehingga pemeriksaan terhadap putri proklamator itu akan dicarikan waktu lain di rumahnya.

    Yusril menambahkan, Ratna Sarumpaet dan delapan aktivis lainnya masih diperiksa. Yusril berharap pemeriksaan segera selesai dan mereka bisa segera pulang.

    "Sementara Bu Ratna Sarumpaet dll proses pemeriksaannya sdg berlangsung. Mudah2an akan segera selesai dan mereka bisa pulang," cuitnya.

    Sebelumnya, Rachmawati dan sejumlah aktivis lainnya ditangkap oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya pagi tadi. Menurut informasi polisi, kesepuluh tokoh itu ditangkap dengan tuduhan melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan Pasal 207 KUHP.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisaris Besar Rikwanto mengatakan pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti pemeriksaan lebih dari setengah bulan.

    Karena itu, telah dilakukan tindakan hukum berupa penangkapan dan pemeriksaan terhadap kesepuluh orang itu pada Jumat pagi, 2 Desember, hingga saat ini. Adapun kesepuluh orang itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

    INGE KLARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.