Begini Alasan Jokowi Akhirnya Salat Jumat di Monas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo beserta wakilnya Jusuf Kalla, didampingi sejumlah Menterinya menembus hujan untuk Salat Jumat berjamaah bersama massa aksi Super Damai,  2 Desember 2016. Tempo/Egi Adyatama

    Presiden Joko Widodo beserta wakilnya Jusuf Kalla, didampingi sejumlah Menterinya menembus hujan untuk Salat Jumat berjamaah bersama massa aksi Super Damai, 2 Desember 2016. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan bahwa keputusan Presiden Joko Widodo salat Jumat di Monas bersama peserta aksi damai 2 Desember diambil di saat-saat terakhir. Sebab, Presiden Joko Widodo mendengarkan masukan dari berbagai pihak lebih dulu apakah memungkinkan salat di Monas atau tidak.

    ”Keputusan itu mendekati azan salat Jumat tadi, jadi memang tenggang waktunya sangat singkat sekali,” ujar Lukman saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan, Jumat, 2 Desember 2016.

    Sebagaimana telah diberitakan, Presiden Jokowi memutuskan menerabas hujan deras demi bisa salat Jumat bersama di Monas. Jokowi menggunakan kesempatan itu untuk bertemu dengan peserta aksi yang sebelumnya ikut berdemo pada 4 November.

    Adapun aksi damai itu adalah kelanjutan dari demo besar 4 November. Sementara demo besar 4 November bertujuan mendesak Kepolisian menghukum calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait dengan kasus penistaan agama, aksi hari ini bertujuan memastikan pemerintah tidak mengintervensi pengusutan perkara penistaan agama itu.

    Lukman melanjutkan, Presiden Joko Widodo mendengarkan berbagai masukan sebelum memutuskan sendiri akan ikut salat Jumat bersama di Monas. Salah satu masukan yang beberapa kali disampaikan kepada Presiden Jokowi adalah mempertimbangkan cuaca buruk, yaitu hujan deras di Monas.

    Lukman menyatakan butuh dua kali penjelasan untuk memastikan apakah Presiden Joko Widodo siap menembus hujan demi salat Jumat bersama. Pada awalnya, sempat ada niat untuk mengurungkan niat tersebut, mengingat Wapres Jusuf Kalla juga akan ikut salat Jumat bersama. Namun pada akhirnya Presiden Joko Widodo memutuskan tetap salat Jumat bersama.

    ”Saya saksikan dua kali Presiden Joko Widodo memutuskan ikut salat bersama. Karena sampai di lokasi masih hujan lebat, baru kemudian Presiden Joko Widodo salat di dalam tenda,” ujar Lukman.

    Terakhir, ujar Lukman, Presiden Joko Widodo memiliki alasan jelas untuk tetap mengikut salat Jumat bersama meski hujan menghadang. Alasan itu adalah Presiden Joko Widodo merasa perlu hadir langsung untuk menyampaikan terima kasih kepada peserta aksi.

    ”Presiden Joko Widodo merasa perlu berterima kasih atas doa peserta aksi. Itu demi keberlangsungan bangsa dan negara,” ujarnya.

    ISTMAN MP



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.