Di Cuitannya, Yusril Ihza Sebut Siap Bela Ratna Sarumpaet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratna Sarumpaet sambangi Komisi III DPR RI, mendesak Kapolri diturunkan dari jabatannya. TEMPO/Brian Hikari

    Ratna Sarumpaet sambangi Komisi III DPR RI, mendesak Kapolri diturunkan dari jabatannya. TEMPO/Brian Hikari

    TEMPO.COJakarta - Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan siap membela secara hukum aktivis Ratna Sarumpaet. Pagi ini, Ratna Sarumpaet dijemput oleh aparat kepolisian untuk diperiksa atas tuduhan makar.

    "Saya akan membela mereka, karena saya yakin mereka memperjuangkan sesuatu yang mereka anggap benar, sah, dan konstitusional," kata Yusril dalam akun Twitter-nya, pagi ini.

    Yusril menuturkan sudah berbicara lewat telepon dengan Ratna Sarumpaet. Dari percakapan itu, menurut dia, Ratna dijemput polisi di Hotel Sari Pan Pacific, kemudian dibawa ke markas Brimob, Kelapa Dua, Depok.

    Yusril menambahkan, Ratna akan dimintai keterangan di markas Brimob karena ada bukti dia dan sejumlah orang ingin melakukan makar. "Saya mengatakan kepada Bu Ratna, saya mendampingi beliau sebagai lawyer."

    Selain membantu Ratna Sarumpaet, Yusril menyebutkan dalam cuitannya dia akan membela tokoh-tokoh lain yang dijemput polisi pada pagi ini, meski dia belum bisa berkomunikasi dengan tokoh lain. "Saya belum bisa berkomunikasi dengan Kivlan Zein, Adityawarman Taha, Jamran, Hatta Taliwang, Sri Bintang Pamungkas, dan lain-lain."

    Bahkan di antara tokoh-tokoh yang dijemput oleh kepolisian hari ini untuk dilakukan pemeriksaan, terdapat juga anak dari Presiden Sukarno, yaitu Rachmawati Sukarnoputri. "(Rachmawati)! Dikabarkan dijemput polisi dinihari tadi," ucap Yusril.

    Cuitan Yusril pagi ini merupakan respons atas penjemputan sejumlah aktivis hari ini. Cuitan itu dia nomori sampai cuitan nomor tujuh.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.