Bersih-bersih Istiqlal, Laskar FPI: Ini Aksi Bela Islamnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mulyadi, 50 tahun, Laskar FPI Kemayoran sedang membersihkan sampah yang berserakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, 2 Desember 2016. Mulyadi, juga mengajak peserta Aksi 212 lain untuk membantu bersih-bersih. TEMPO/Ahmad Faiz

    Mulyadi, 50 tahun, Laskar FPI Kemayoran sedang membersihkan sampah yang berserakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, 2 Desember 2016. Mulyadi, juga mengajak peserta Aksi 212 lain untuk membantu bersih-bersih. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan orang yang semula memadati Masjid Istiqlal mulai bergerak ke Monumen Nasional untuk mengikuti Aksi Bela Islam III hari ini, Jumat, 2 Desember 2016. Seiring pergerakan massa, sampah terlihat  berserakan di Masjid Istiqlal.

    Beberapa peserta aksi berinisiatif untuk membersihkan pelataran Masjid Istiqlal dengan menggunakan sapu mau pun tangan kosong. "Ini kan rumah Allah, masjid kita," kata Hasan, peserta asal Purwakarta saat ditemui di Istiqlal, Jakarta, Jumat, 2 Desember 2016.

    Hasan mengatakan, dirinya bukanlah anggota Front Pembela Islam yang menjadi motor dari Aksi Bela Islam III ini. Ia seorang santri dari Pondok Pesantren Miftahul Ula, Purwakarta.

    Baca Juga: Demo 212, Ini Imbauan Masjid Istiqlal untuk Peserta Aksi

    Anggota FPI pun turut serta membersihkan masjid. Mulyadi, 55 tahun, anggota FPI dari Kemayoran berujar, dirinya lebih memilih membersihkan masjid ketimbang ikut ke Monas. "Saya bersih-bersih saja, Aksi Bela Islamnya di sini," ucapnya.

    Menurut Mulyadi, ia ingin menunjukkan bahwa aksi ini adalah aksi super damai dan Islam agama yang cinta kebersihan. "Tadi saya yang duluan nyapu, terus saya ajak orang-orang. Ada yang dari Sumatera, Jawa," ujarnya.

    Mulyadi menjelaskan kebersihan Istiqlal harus dijaga. Sebab siang nanti akan digunakan untuk salat Jumat.

    Simak: Kejaksaan Agung Tak Menahan Ahok, Ini Alasannya

    Aksi Bela Islam III merupakan lanjutan dari dua aksi sebelumnya yang meminta proses hukum kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan penistaan agama. Meski Basuki alias Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka, massa menuntut Ahok ditahan.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.