Massa 212 Bertolak dari Masjid At-Tin Menuju Monas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo yang akan mengikuti Aksi Bela Islam III atau demo 212, mengambil wudhu di Silang Monas, Jakarta, Kamis 1 Desember 2016. Polri memprediksi ada 15.000 orang yang akan berunjuk rasa di Monas besok. TEMPO/Subekti.

    Pendemo yang akan mengikuti Aksi Bela Islam III atau demo 212, mengambil wudhu di Silang Monas, Jakarta, Kamis 1 Desember 2016. Polri memprediksi ada 15.000 orang yang akan berunjuk rasa di Monas besok. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 18 bus membawa massa Aksi Bela Islam Jilid III bertolak dari Masjid Agung At- Tin, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Jumat, 2 Desember 2016. Keberangkatan 18 bis itu dimulai pukul 05.30 WIB menuju Monumen Nasional sebagai titik unjuk rasa.

    Armada bus ini berisi massa berpakaian putih, anak-anak dan orang dewasa. Selain itu massa juga menggunakan tiga buah mobil truk berisi logistik. Ratusan orang itu memutuskan menginap di Masjid At-Tin sejak Kamis, 1 Desember 2016.

    "Selesai salat Subuh, massa sudah bersiap bertolak ke Monas," kata seorang petugas keamanan  yang enggan menyebut namanya, Jumat, 2 November 2016.

    Keberangkatan massa dikawal oleh Laskar Pembela Islam (LPI) dengan menggunakan sepeda motor. "Kita mau menuju Monas," kata seorang anggota LPI, sambil memacu sepeda motornya bersama anggota lain.

    Petugas keamanan itu mengatakan, sejak berjaga di lingkungan masjid, massa yang datang sejak Kamis malam itu hanya beraktivitas zikir. Selain itu, kata dia, massa menggunakan halaman masjid untuk duduk-duduk. "Mereka hanya berzikir, karena mungkin malam Jumat ya?" ujarnya.

    Dari pantauan Tempo, selain menggunakan 18 bus, massa juga menggunakan sepeda motor. Berselang 30 menit, 3 buah bis menyusul yang ditambah dengan sejumlah mobil Avanza.

    Baca:
    Disoraki 'Penista Agama', Djarot Menjawab Kalem: Permisi...
    Pengacara Ahok: Kasus Ini Sudah Diadili Publik
    Pakai Batik, Presiden Jokowi `Salah Kostum` di Acara Kadin

    IHSAN RELIUBUN | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.