Aksi 212, Kapolda Jawa Barat Minta Polres Gelar Doa Bersama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aparat kepolisian mengikuti ceramah agama dan mengumandangkan doa bersama untuk kelancaran pengamanan demonstrasi 4 November. Jakarta, Kamis 3 November 2016. Tempo/Fajar Pebrianto

    Sejumlah aparat kepolisian mengikuti ceramah agama dan mengumandangkan doa bersama untuk kelancaran pengamanan demonstrasi 4 November. Jakarta, Kamis 3 November 2016. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Bambang Waskito meminta seluruh kepolisian sektor di semua kabupaten/kota di wilayahnya menggelar doa bersama pada Jumat, 2 Desember 2016, di tempat masing-masing.

    “Enggak ada demo, yang ada doa bersama untuk keutuhan NKRI. Saya juga menyelenggarakan doa bersama seperti itu di kabupaten/kota supaya enggak berbondong-bondong (ke Jakarta). Kalau doa di mana saja bisa, enggak harus ke sana,” kata dia di Bandung, Kamis, 1 Desember 2016.

    Bambang mengaku sudah mengirim instruksi kepada 22 kepolisian resor di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat yang berada dalam wilayahnya untuk menggelar doa bersama tersebut.

    “Semua, 22 kabupaten/kota menggelar (doa bersama). Isinya istigasah, tausiah, zikir, dan ditutup dengan salat Jumat bersama,” kata dia.

    Menurut Bambang, situasi Jawa Barat kondusif. Bambang mengatakan tidak melarang warga Jawa Barat yang hendak menuju Jakarta mengikuti doa bersama di Lapangan Monas pada 2 Desember 2016.

    “Ada juga perwakilan ke sana (Jakarta) karena memang untuk solidaritas, silakan. Termasuk dari Ciamis saya cegat, saya ajak bicara di Cileunyi, saya sudah tawarkan, saya siapkan bus. Karena apa? Dengan waktu yang tinggal besok enggak bakalan ngejar,” kata dia.

    Bambang mengatakan sengaja menawarkan bus itu karena pesimistis pejalan kaki dari Ciamis itu bisa sampai di Jakarta besok karena waktu tinggal sehari.

    “Dengan waktu yang tinggal besok, enggak bakalan ngejar. Kita yang seperti ini, 1 hari hanya 30 kilometer, ini masih 160 kilometer lagi. Ya, kita tawarkan bus. Itu namanya pelayanan, bukan pengamanan karena mereka mau berdoa, bukan unjuk rasa. Masak mau berdoa enggak kita bantu,” kata dia.

    Dia mengaku tidak memberlakukan pengamanan khusus untuk mengantisipasi situasi pada 2 Desember 2016. Kendati demikian, dia mengerahkan petugas polisi untuk mengawal keberangkatan warga ke Jakarta.

    “Nanti dikawal sama anggota. Jadi setiap pergerakan ke sana ada yang ngawal, ada yang melindungi di bus. Koordinator lapangan supaya tahu betul ada muka baru atau tidak,” kata Bambang.

    AHMAD FIKRI

    Baca juga:
    Disoraki 'Penista Agama', Djarot Menjawab Kalem: Permisi...
    Masa Depan Bersama Aura Kasih, Ini Kata Glenn Fredly
    Rupanya Ini Penyebab Jokowi Salah Kostum ke Acara Kadin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.